Peran Peneliti Indonesia di Balik Temuan Rafflesia hasselti, Bukan Hanya Dokumentasi

2026-01-11 23:22:54
Peran Peneliti Indonesia di Balik Temuan Rafflesia hasselti, Bukan Hanya Dokumentasi
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan penguasaan penuh Indonesia atas material genetik Rafflesia dalam proyek riset global yang tengah berjalan.Penegasan ini mengemuka setelah temuan Rafflesia hasseltii di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, yang menjadi bagian dari riset kolaboratif internasional.BRIN memastikan peneliti Indonesia memegang kendali penuh, mulai dari pengambilan sampel hingga publikasi ilmiah tertinggi, demi menjaga kedaulatan ilmiah negara.Baca juga: BRIN Tegaskan Keterlibatan Peneliti Indonesia dalam Temuan Rafflesia hasseltiiJoko Ridho Witono, Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN sekaligus ketua tim ekspedisi lapangan, menjelaskan keterlibatan peneliti BRIN dalam penelitian lapangan lebih dari sekadar mendokumentasikan. Mereka bertindak memastikan prosedur ilmiah dan etika penelitian berjalan benar.Tim BRIN menjamin bahwa seluruh proses pengambilan sampel dilakukan secara legal, dengan izin resmi dari Dirjen KSDAE.Joko secara tegas membantah adanya perpindahan material genetik ke luar negeri.“Sampel yang kami kumpulkan sepenuhnya untuk kepentingan ilmiah dan dilakukan sesuai ketentuan. BRIN tidak membawa material genetik ke luar negeri,” tegas Joko.Jaminan ini menjadi krusial mengingat Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman Rafflesia tertinggi di dunia, mencapai 16 jenis, dengan 13 di antaranya telah berhasil dikoleksi sampelnya oleh tim BRIN untuk analisis genetik.Baca juga: Kisah 13 Tahun Petualangan Septi Andriki Mencari Rafflesia hasseltiiDokumentasi Septi Andriki Ekspedisi pencarian Rafflesia hasseltii di Sijunjung, Sumatera Barat. Aktivis Lingkungan Septi Indriki (kiri) dan Iswandi dari LPHN SUMPUR KUDUS (kanan).Proyek riset besar bertajuk The First Regional Pan-Phylogeny for Rafflesia didanai oleh the University of Oxford BG and Arboretum serta Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Ekspedisi dari BRIN.Meskipun berskala internasional, BRIN memosisikan peneliti Indonesia di posisi kunci publikasi.Joko menegaskan temuan ini direncanakan akan ditulis dan disubmit di Jurnal Scopus Q1 atau Q2 mulai tahun 2026.“Dalam konteks publikasi ilmiah yang akan dipublikasikan, peneliti BRIN akan menjadi lead authornya,” ungkap Joko.Keputusan menjadikan peneliti BRIN sebagai lead author di jurnal ilmiah bereputasi tinggi merupakan langkah strategis BRIN untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai otoritas ilmiah terdepan dalam konservasi dan penelitian Rafflesia global.Baca juga: Rafflesia hasseltii dan Warisan Rasis KolonialJoko juga menyoroti pentingnya kolaborasi multi-pihak dalam riset ini. Keberhasilan verifikasi R. hasseltii di Sijunjung terwujud berkat sinergi antara peneliti BRIN, Universitas Bengkulu, dan Komunitas Peduli Puspa Langka.Tim BRIN bergerak cepat ke lokasi setelah menerima informasi akurat.Ekspedisi ini didampingi Iswandi, pemandu dari Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) setempat dan aktivis lingkungan Septi Andriki. Kolaborasi dengan pengelola kawasan lokal dinilai Joko sebagai kunci keberhasilan riset dan pelestarian Rafflesia di Indonesia.


(prf/ega)