SEMARANG, – Kematian Dwinanda Linchia Levi, dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, menyisakan banyak tanda tanya.Perempuan 35 tahun yang sedang menjalani hubungan asmara dengan polisi bernama AKBP Basuki itu ditemukan meninggal tanpa busana di sebuah kostel kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin .Pihak kampus pun resmi membentuk tim hukum untuk mengawal kasus tersebut.Baca juga: Penyebab Kematian Dosen Untag Semarang Terungkap, Sejauh Mana Keterlibatan AKBP Basuki?Ketua Tim Hukum Untag, Agus Widodo, mengatakan kampus sangat terpukul dengan kabar duka itu.Ia menyebut informasi meninggalnya Levi baru diterima pihak kampus sekitar pukul 14.30 WIB, padahal korban ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 05.30 WIB.“Karena ditemukan sejumlah kejanggalan dalam kematian almarhumah, Dekan FH Untag lalu meminta kepolisian melakukan autopsi lengkap, termasuk pemeriksaan forensik digital,” ujar Agus Widodo kepada wartawan, Jumat .Baca juga: Rekan Sempat Ingatkan Hati-Hati Pacaran dengan Polisi Sebelum Dosen Untag Semarang TewasLevi diketahui mengajar di Untag Semarang sejak 2022 dan tinggal di kostel tempat kejadian perkara selama dua tahun terakhir.Tim hukum dibentuk sebagai bentuk tanggung jawab kampus untuk mencari keadilan dan mengungkap penyebab kematiannya.Anggota Tim Hukum, Edi Pranoto, menyoroti selisih waktu hampir sembilan jam antara ditemukannya Levi dan informasi yang baru sampai ke pihak kampus.Menurutnya, jeda waktu itu memunculkan dugaan yang harus diuji secara hukum.“Kami ingin memastikan seluruh proses tidak berhenti di satu titik, tetapi ditangani secara menyeluruh hingga benar-benar terang,” kata Edi.Baca juga: Curigai Ada Intimidasi, Keluarga Dosen Perempuan yang Tewas di Semarang Desak Forensik HP, Laptop, dan CCTVEdi menambahkan pemeriksaan forensik, termasuk digital forensik, penting untuk menelusuri rekam jejak komunikasi Levi, aktivitas terakhir di lokasi, serta pihak-pihak yang sempat berinteraksi dengannya.Anggota tim hukum lainnya, Kastubi, menyatakan masih banyak keraguan yang belum terjawab.Ia menyebut hasil visum luar maupun dalam belum cukup menjelaskan penyebab kematian Levi.“Handphone dan CCTV belum diuji. Apakah ada intimidasi atau tekanan yang membuat kondisi yang menyebabkan tekanan darah begitu naik secara drastis,” ujarnya.Baca juga: Tinggal Bersama Dosen Untag yang Tewas di Hotel Semarang, AKBP Basuki Terancam Dipecat
(prf/ega)
Untag Semarang Bentuk Tim Hukum, Ungkap 3 Kejanggalan Kematian Dosen Levi
2026-01-12 04:57:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:18
| 2026-01-12 04:07
| 2026-01-12 03:45










































