Menperin Sebut Industri Kayu Alami Kontraksi Paling Parah, Tekstil Tumbuh 0,93 Persen

2026-01-12 03:39:33
Menperin Sebut Industri Kayu Alami Kontraksi Paling Parah, Tekstil Tumbuh 0,93 Persen
JAKARTA, - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, industri kayu, barang dari kayu, gabus, serta anyaman dari bambu dan rotan mengalami penyusutan paling parah.Agus menyebut, data penurunan sektor industri tersebut pihaknya dapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Rabu .“Industri kayu, barang dari kayu dan gabus, serta barang anyaman dan bambu rotan terkontraksi paling parah, paling dalam yaitu minus 9,60 persen,” kata Agus dalam konferensi pers di Gandaria City, Jakarta Selatan, Rabu malam.Adapun industri kayu menjadi satu dari sejumlah sektor yang mengalami kontraksi dalam laporan triwulan III-2025.Baca juga: Menperin Putar Otak Benahi Industri, Janji Tak Bergantung Uang NegaraSelain kayu, industri lain yang mengalami penyusutan adalah furniture yang turun 4,34 persen; industri karet, barang dari karet, dan plastik 3,20 persen; dan industri alat angkutan 1,37 persen.Agus menduga, penurunan pada sektor alat angkut itu tidak hanya dipengaruhi lemahnya industri otomotif.“Tapi juga industri-industri lain yang berkaitan dengan alat angkutan,” ujar Agus.Selain itu, sektor industri lain yang melemah adalah kulit, barang dari kulit, dan alat kaki yang turun 0,25 persen.Namun, pada bagian ini Agus menggarisbawahi bahwa sektor alas kaki menjadi industri dalam kondisi baik. “Sektor alas kaki itu bagus sekali,” ucapnya.Sektor lain yang melemah adalah industri pengolahan tembakau yang mengalami penurunan 0,93 persen.Ia berharap, kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) yang melonggarkan pungutan bea dan cukai pada sektor ini bisa membuat industri pengolahan tembakau meningkat.“Itu nanti dalam triwulan keempat, industri ini juga akan tumbuh,” tutur Agus.Adapun sejumlah sektor yang menguat antara lain industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 6,49 persen.Kenaikan itu dipicu peningkatan produksi crude palm oil (CPO) dan produk turunannya.Kemudian, produksi pertumbuhan industri logam dasar 18,62 persen yang selaras dengan peningkatan permintaan ekspor, terutama besi dan baja.


(prf/ega)