RDMP Balikpapan Diresmikan 17 Desember, Bahlil Sebut Bakal Surplus 4 Juta Ton Solar

2026-01-12 02:57:50
RDMP Balikpapan Diresmikan 17 Desember, Bahlil Sebut Bakal Surplus 4 Juta Ton Solar
JAKARTA,  - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur bakal diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 17 Desember mendatang. Adapun RDMP merupakan salah satu proyek strategis pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi kilang pemerintah. “RDMP kita di Kalimantan Timur itu sudah diresmikan insyaallah tanggal 17 Desember besok,” kata Bahlil dalam forum Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference di Kuningan, Jakarta, Senin .  Menurut Bahlil, ketika RDMP Balikpapan itu beroperasi dan pemerintah menerapkan kebijakan B50 atau mencampur 50 persen solar dengan biodiesel (dari nabati) maka Indonesia akan mengalami surplus solar 4 juta ton. “Kalau kita dorong B50 dengan penambahan RDMP kita di Kalimantan Timur maka kita surplus solar kita kurang lebih sekitar 4 juta ton di 2026,” ujar Bahlil. Baca juga: RDMP Balikpapan Perkuat Pasokan Energi dan Kurangi Impor BBM Adapun pemerintah saat ini telah menerapkan kebijakan pencampuran minyak nabati ke dalam minyak solar sebesar 40 persen. Artinya, satu liter solar terdiri dari 40 biodiesel yang berasal dari Fatty Acid Methyl Ester (FAME), biodiesel yang dibuat menggunakan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah dan 60 persen lainnya minyak solar. Kebijakan ini dinilai berhasil menekan volume impor solar dari luar negeri. “Jadi kita bisa menghemat devisa kita,” tutur Bahlil. Dalam waktu kedepan, pemerintah juga berencana menekan impor avtur yang menjadi bahan bakar pesawat terbang. Baca juga: Curhat Bahlil: Ke Mana-mana Saya Dibilang Mr. Menteri Etanol Selanjutnya, pemerintah hanya mengimpor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin. Terkait ini, pemerintah juga berupaya menekan volume impor dengan mencampurkan etanol yang berbahan dasar singkong, tebu, dan jagung dengan bensin. Pemerintah berencana menerapkan E10 atau 10 persen etanol yang dicampur dengan 90 persen bensin. Kebijakan itu diketahui telah diterapkan di sejumlah negara seperti, Brazil, India, Amerika Serikat, Thailand, dan China dengan persentase mulai dari E20 hingga E85. “Di Indonesia begitu kita membuat perencanaan E10, sudah pada ribut,” kata dia.


(prf/ega)