– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga hujan petir yang diprakirakan melanda hampir seluruh wilayah Pulau Jawa pada periode 29 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.Peringatan tersebut sempat disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat hadir dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, yang digelar pada Selasa .Periode akhir Desember hingga awal Januari dianggap menjadi fase yang perlu diantisipasi, terutama di wilayah Jawa.Baca juga: Prakiraan Cuaca 29 Desember 2025-10 Januari 2026: Hampir Seluruh Jawa Hujan Lebat hingga Hujan Petir“Yang perlu kita waspadai adalah pada periode 29 Desember hingga 10 Januari, di mana hampir seluruh daerah di Pulau Jawa berpotensi mengalami hujan lebat hingga hujan petir,” ujar Faisal dalam forum yang disiarkan di kanal YouTube DPR RI awal bulan lalu, dikutip dari Kompas.com.Sementara itu, untuk wilayah lain di Indonesia, sebagian besar diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang, dengan beberapa daerah hujan ringan.BMKG telah membagi prakiraan cuaca selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 ke dalam tiga rentang waktu, yakni 15–22 Desember 2025, 22–29 Desember 2025, serta 29 Desember 2025–10 Januari 2026.Menurut dia kala itu, hujan lebat pada periode 15-22 Desember banyak terjadi di bagian selatan Sumatera serta wilayah barat Pulau Jawa. Pola serupa juga masih terlihat pada periode 22 hingga 29 Desember, meski dengan sebaran yang relatif sama.BMKG memastikan prakiraan cuaca akan terus diperbarui secara real time dan dapat diakses masyarakat melalui aplikasi Info BMKG.Baca juga: Turkiye Gagalkan Rencana Serangan ISIS saat Nataru 2025/2026, Tangkap 115 OrangSelain hujan lebat, BMKG juga mencatat potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, yakni sekitar 300–500 milimeter per bulan, pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026.Wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi tersebut meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian Sulawesi Selatan, serta Papua Selatan.Sementara itu, wilayah Kalimantan umumnya mengalami musim hujan hampir sepanjang tahun.“Untuk puncak musim hujan, wilayah Lampung, Bengkulu, kemudian Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara itu berada pada bulan Januari hingga Februari,” kata Faisal.Adapun sebagian besar wilayah Sumatera, kecuali Bengkulu dan Lampung, diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada Desember.Baca juga: 10 Provinsi Tujuan Favorit Libur Nataru 2025/2026, Daerah Mana Paling Ramai Dikunjungi?Lebih lanjut, Faisal menjelaskan sejumlah fenomena atmosfer diprakirakan aktif selama periode libur Nataru 2025/2026.Fenomena tersebut antara lain Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator.“Selain itu, juga terdapat potensi bibit siklon atau siklon tropis, yang dominannya berada di wilayah selatan Indonesia,” ujarnya.BMKG juga mencatat keberadaan fenomena La Nina Lemah serta Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, yang turut meningkatkan potensi intensitas curah hujan, terutama pada minggu kedua Desember 2025 hingga minggu pertama Januari 2026.Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi banjir, longsor, dan gangguan aktivitas selama periode tersebut.(Sumber: Kompas.com/Aditya Priyatna Darmawan | Editor: Albertus Adit)
(prf/ega)
BMKG: Waspada, Hampir Seluruh Jawa Hujan Lebat-Petir pada 29 Desember Ini–10 Januari
2026-01-12 05:51:41
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:34
| 2026-01-12 05:32
| 2026-01-12 05:30
| 2026-01-12 05:08
| 2026-01-12 04:26










































