Ada 3 Simpul Kemacetan di Jalur Wisata Bandung Barat, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

2026-01-12 06:46:34
Ada 3 Simpul Kemacetan di Jalur Wisata Bandung Barat, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
CIMAHI, - Kepolisian memetakan tiga simpul utama kemacetan di jalur wisata Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, yang diperkirakan menjadi titik krusial pergerakan kendaraan selama libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berbarengan dengan libur sekolah.Tiga titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi itu berada di jalur wisata Lembang, pertigaan Cimareme, serta ruas Cipatat–Padalarang.Ketiganya diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan akibat pergerakan wisatawan dari dan menuju kawasan Bandung Raya.“Ada tiga titik rawan yang menjadi troublespot di kita, yang pertama itu di Beatrix daerah Lembang karena memang itu nanti tujuan mereka untuk berwisata. Yang kedua pertigaan Cimareme, yang ketiga itu dari Tagog Apu, berarti di jalan arah ke Padalarang, Padalarang-Cipatat arah sebelah situ,” ujar Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra di Pospam Alun-alun Cimahi, Selasa .Baca juga: Jangan Coba-coba Pungli, Bupati Jeje Ultimatum Oknum Getok Harga Parkir di LembangUntuk mengantisipasi kemacetan di simpul-simpul tersebut, Polres Cimahi menyiapkan sejumlah cara bertindak (CB) yang akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan kondisi arus lalu lintas di lapangan.Di jalur wisata Lembang dan Padalarang, polisi menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa one way atau sistem satu arah sepenggal untuk mengurai kepadatan kendaraan yang masuk dan keluar kawasan wisata.Sementara itu, untuk pertigaan Cimareme yang tidak memiliki jalur alternatif, penguatan personel menjadi langkah utama yang disiapkan kepolisian.“Kalau pertigaan Cimareme tidak ada lain lagi, penebalan jumlah personel yang harus kita taruh di sana karena memang tidak ada akses lain lagi di sana,” ucap Niko.Selain tiga titik tersebut, jalur wisata Cisarua–Parongpong melalui Jalan Kolonel Masturi juga menjadi perhatian petugas.Ruas jalan itu tidak hanya rawan macet akibat banyaknya obyek wisata, tetapi juga memiliki potensi kerawanan bencana longsor.Dalam pengamanan arus libur Nataru, Polres Cimahi bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan stakeholder terkait untuk menambah jumlah petugas di titik-titik kemacetan yang telah dipetakan.Baca juga: Pecah Antrean di Tol Solo-Ngawi, Pertamina Siagakan 18 BBM Modular dan 10 Kiosk Selama Libur NataruSelain penjagaan di pos pelayanan, petugas akan melakukan patroli mobile untuk mengurai kepadatan lalu lintas.“Tentunya banyak plotting personel yang kita taruh di sana, baik dari Satgas Kamsel (keamanan dan keselamatan) maupun dari Subsatgas yang ada di Raimas menggunakan kendaraan bermotor. Harapannya semoga mereka yang menggunakan jalan bisa tetap terakomodir sehingga selamat sampai dengan tujuan,” ujar Niko.Untuk mendukung pengamanan selama libur Nataru, Polres Cimahi mendirikan 11 pos yang terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu.Pos-pos tersebut tersebar di sejumlah titik rawan keramaian di wilayah Bandung Barat, Kota Cimahi, hingga Margaasih.Baca juga: Hindari Tindakan Kriminal, Petugas 24 Jam Keliling Terminal Purabaya Sidoarjo Selama NataruPolisi juga mengimbau pemudik dan wisatawan memanfaatkan pos-pos tersebut sebagai tempat beristirahat.Fasilitas penunjang seperti tempat ibadah, makanan ringan, hingga akses internet telah disiapkan bagi pengguna jalan.“Selain fasilitas WiFi tempat shalat, maupun dukungan logistik mie instan dan sebagainya kita siapkan, sehingga mereka bisa memarkirkan kendaraan, fresh dengan keluarga,” katanya. 


(prf/ega)