JAKARTA, – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/26, pergerakan kendaraan diprediksi meningkat di sejumlah titik krusial seperti jalan tol, pelabuhan penyeberangan, hingga ruas antarprovinsi.Kondisi tersebut membuat kemacetan hampir tak terelakkan, terutama pada periode puncak arus liburan.Menghadapi situasi ini, Training Director & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, membagikan sejumlah tips berkendara yang bisa diterapkan saat libur Nataru, khususnya ketika harus berhadapan dengan kemacetan panjang.Baca juga: Sebelum Berangkat Road Trip Liburan Sekolah: Cek Dulu Kondisi Ban!/DIO DANANJAYA Ilustrasi berkendara dengan Jetour Dashing rute Bandung-JakartaSebelum berangkat, perencanaan perjalanan menjadi kunci.Rute sebaiknya dipelajari sejak awal dengan memanfaatkan aplikasi navigasi untuk memantau kondisi lalu lintas, jalur alternatif, serta titik rawan macet.Waktu keberangkatan juga perlu diatur agar tidak bertepatan dengan puncak arus liburan.“Isi bahan bakar penuh sebelum masuk jalur macet. Jangan tunggu indikator bensin menyala agar tidak kehabisan di tengah kemacetan,” kata Jusri kepada Kompas.com.Selain kondisi kendaraan, kebutuhan pengemudi dan penumpang juga perlu diperhatikan.Baca juga: Biaya Kepemilikan Aprilia SR-GT 200: Apa yang Perlu Diketahui?kompasiana.com Ilustrasi mudik dengan mobil pribadiMakanan ringan dan air minum wajib disiapkan agar tubuh tetap bugar, terutama saat kendaraan terjebak antrean panjang.Ketika sudah berada di tengah kemacetan, pengemudi dituntut untuk tetap tenang dan menjaga emosi.Lalu lintas padat saat Nataru merupakan kondisi yang umum terjadi, sehingga kesabaran menjadi faktor penting untuk mencegah kelelahan mental.“Dengarkan musik atau podcast untuk membantu mengurangi kebosanan dan menjaga suasana hati tetap baik. Saat macet, atur penggunaan AC agar tidak boros bahan bakar,” ujar Jusri.Dalam hal teknik mengemudi, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan tetap harus menjadi prioritas.Baca juga: Sambut Nataru, Rest Area, SPKLU, dan Tol Fungsional DioptimalkanHindari pengereman mendadak dan kebiasaan berpindah jalur secara agresif karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk tabrakan beruntun.Waktu berhenti akibat macet juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kondisi tubuh.Peregangan ringan seperti menggerakkan leher, bahu, tangan, dan kaki dapat membantu mengurangi pegal.Jika memungkinkan, gunakan rest area untuk beristirahat sejenak, baik dengan tidur singkat maupun berjalan kaki di luar mobil.“Jika bepergian bersama anak-anak, siapkan hiburan seperti mainan, film, atau buku cerita agar mereka tetap nyaman selama perjalanan,” kata Jusri.
(prf/ega)
Hadapi Kemacetan Liburan Nataru: Ini Tips Berkendara dari Ahli
2026-01-12 06:44:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:06
| 2026-01-12 05:42
| 2026-01-12 05:39
| 2026-01-12 04:12










































