AS Sita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela, Ketegangan Semakin Meningkat

2026-01-11 03:42:53
AS Sita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela, Ketegangan Semakin Meningkat
CARACAS, - Presiden AS Donald Trump mengeklaim pasukannya telah menyita sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pada Rabu .Tindakan ini membuat hubungan kedua negara semakin memanas."Kami baru saja menyita sebuah kapal tanker di lepas pantai Venezuela, sebuah kapal tanker besar, sangat besar sebenarnya, yang terbesar yang pernah disita," kata Trump di Gedung Putih, dikutip dari AFP."Hal-hal lain juga sedang terjadi, jadi Anda akan melihatnya nanti dan Anda akan membicarakannya nanti dengan beberapa orang lain," sambungnya.Baca juga: Ketegangan Memuncak, Jet Tempur AS Mondar-Mandir Dekat VenezuelaTiga pejabat AS menuturkan, operasi tersebut dipimpin oleh Penjaga Pantai AS, sebagaimana diberitakan Reuters. Namun, mereka tidak menyebutkan nama kapal tanker tersebut, bendera negara mana yang dikibarkan, atau lokasi tepat terjadinya pencegahan tersebut.Kendati demikian, sebuah kelompok manajemen risiko maritim di Inggris, Vanguard mengatakan, kapal tanker Skipper diyakini menjadi target penyitaan ini.Sebab, AS telah menjatuhkan sanksi pada kapal tanker tersebut karena diklaim terlibat dalam perdagangan minyak Iran ketika kapal itu masih bernama Adisa.Menurut laman pelacakan kapal TankerTrackers.com, Skipper meninggalkan pelabuhan minyak utama Venezuela di Jose sekitar 4-5 Desember setelah memuat minyak mentah berat Merey Venezuela.Baca juga: Khawatir AS–Venezuela Perang, Erdogan Telepon Nicolas MaduroUsai kabar penyitaan tersebut, harga minyak berjangka langsung naik. Setelah diperdagangkan di wilayah negatif, harga minyak mentah Brent berjangka naik 27 sen atau 0,4 persen, menjadi 62,21 dollar AS per barel.Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka naik 21 sen atau 0,4 persen, menjadi 58,46 dollar AS per barel.Namun, Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat berbicara dalam pawai peringatan pertempuran militer, tak membahas laporan tentang penyitaan kapal tanker tersebut.Baca juga: Venezuela Lantik 5.600 Prajurit Baru Seiring Meningkatnya Tekanan Militer ASPemerintahan Trump telah meningkatkan tekanan pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro, menyusul pengerahan armada militer dalam skala besar dengan dalih memerangi perdagangan narkoba.AS juga telah melakukan serangan mematikan terhadap lebih dari 20 kapal yang diduga mengangkut narkoba di wilayah tersebut hingga menewaskan sedikitnya 87 orang.Washington menuduh Maduro memimpin "Cartel of the Suns", kelompok yang dinyatakan sebagai organisasi teroris bulan lalu.Menurutnya, kemungkinan invasi darat AS terhadap Venezuela tak bisa terhindarkan.Sementara itu, Maduro mengatakan, AS bertekad untuk menggulingkan rezim, karena ingin merebut cadangan minyak Venezuela.Angkatan bersenjata Venezuela melantik 5.600 tentara pada hari Sabtu setelah Maduro menyerukan peningkatan perekrutan militer.


(prf/ega)