Karawang Kini Punya Pabrik NPK Nitrat Pertama di Indonesia

2026-01-12 07:08:15
Karawang Kini Punya Pabrik NPK Nitrat Pertama di Indonesia
KARAWANG, - Kabupaten Karawang, Jawa Barat, segera memiliki pabrik nitrat pertama di Indonesia.Pabrik ini dibangun oleh Pupuk Kujang Cikampek.Anak perusahaan Pupuk Indonesia ini meneken kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) untuk pembangunan pabrik pupuk NPK Nitrat.Dengan kontrak itu, proyek pembangunan pabrik NPK nitrat pertama di Indonesia dimulai.Direktur Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, mengatakan bahwa pembangunan pabrik NPK nitrat ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.Baca juga: Bobby Tanggapi Kadis Ketahanan Pangan Mundur: Beberapa Kali Rapat Diwakilkan karena Sakit"Melalui pabrik NPK Nitrat Pupuk Kujang, kami bisa memproduksi NPK nitrat sendiri sehingga NPK nitrat lebih mudah didapat petani Indonesia," kata Budi seusai penandatanganan kontrak EPC tersebut di Karawang, Selasa .Budi mengatakan bahwa pembangunan pabrik NPK nitrat memiliki nilai yang sangat strategis.Sebab, selama ini, pupuk NPK berbasis nitrat yang digunakan di Indonesia mayoritas diimpor dari luar negeri.Dalam setahun, sekitar 500 ribu ton NPK Nitrat diimpor dari luar negeri."Dengan adanya NPK Nitrat pertama di Indonesia ini, petani Indonesia tak lagi sepenuhnya tergantung pada impor. Kita bisa buat sendiri, lebih mudah dijangkau petani,” kata Budi.Baca juga: Diskon Harga Pupuk Presiden Prabowo Belum Dirasakan Petani Aceh UtaraKontrak kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, dan Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih, serta disaksikan langsung oleh SVP Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia, Herdijanto Utomo.Rencananya, kapasitas produksi pabrik NPK nitrat di Pupuk Kujang diproyeksikan mencapai 100.000 ton per tahun.Adapun proses pengerjaan akan memakan waktu selama 21 bulan."Pembangunan direncanakan akan selesai pada kuartal 3 tahun 2027 dan akan berkontribusi menambah kapasitas produksi pupuk nasional mulai tahun tersebut," ujar Budi.


(prf/ega)