SOLO, - Menggeber mobil atau memacunya dengan putaran mesin tinggi jarang dilakukan oleh orang yang terlalu sayang dengan kendaraan. Hal ini terjadi, karena mereka menganggap memacu mobil dengan putaran mesin tinggi bisa membuat mesin rontok.Tentu hal tersebut tak sepenuhnya benar, mengingat mobil memang bisa dioperasikan dengan putaran mesin tinggi, khususnya saat mengejar akselerasi atau top speed.Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan memacu mobil dengan putaran mesin tinggi tidak akan menjadi masalah selama pengoperasiannya benar dan tidak ada sistem abnormal.Baca juga: Pasar Tuntut Mesin Bertenaga dan Efisien, Pakar KPBB: BBM RON Tinggi Jadi Keperluan“Ada beberapa sistem pada mesin mobil yang perannya menjaga mesin agar tetap awet atau mencegah kerusakan, seperti sistem pelumasan dan pendingin,” ucap Imun kepada , Kamis .Mesin mobil bisa mengalami panas berlebih atau overheating saat dioperasikan. Termasuk ketika sedang dipacu kencang atau digeber.“Saat putaran mesin tinggi, maka ledakan yang terjadi pada masing-masing silinder terjadi lebih banyak, sebagai gambaran putaran 5.000 Rpm maka dalam satu menit putaran poros engkol bisa mencapai 5.000 kali,” ucap Imun.Baca juga: Performa Mesin Lebih Maksimal dengan BBM RON Tinggi? Ini FaktanyaAutodoc Ilustrasi kickdown pedal gasLedakan yang lebih banyak tersebut secara sistematis akan meningkatkan suhu mesin. Pada saat kejadian tersebut, sistem pendingin berperan menjaga temperatur kerja mesin tetap ideal.“Air radiator akan bersirkulasi, menyerap panas dari blok mesin dan didinginkan di radiator, misal sistem pendingin bermasalah, aliran air tidak lancar dan sebagainya, maka mesin bisa overheating,” ucap Imun.Ketika panas berlebih tersebut terus terjadi, maka mesin bisa rusak. Komponen yang terbuat dari logam bakal mengalami pemuaian diluar batas toleransi, sehingga bentuknya bisa berubah dan rusak.Baca juga: Bobibos Siap Uji Coba Terbuka: Mobil Baru, 24 Jam, Lalu Bongkar MesinSeva Ilustrasi cek coolant radiator.“Tapi, selama sistem pendingin mampu bekerja dengan baik, seharusnya tidak akan menjadi masalah menggeber mobil dengan putaran mesin tinggi, apalagi kebutuhannya demikian,” ucap Imun.Hanya saja, Imun menyarankan kebiasaan tersebut sebaiknya tak dilakukan terlalu sering karena akan menjadi beban sistem pendingin dan mesin.Sistem pelumasan mesin yang bermasalah juga bisa membuat mesin rusak ketika dipacu dengan kencang. Seperti ketika level oli rendah, viskositas menurun, dan mesin masih dalam suhu dingin.Baca juga: Penyabab dan Solusi Air Radiator Mobil Cepat Habis“Sebelum memacu mobil dengan putaran mesin tinggi, pastikan suhu kerja ideal mesin tercapai, pelumasan tak ada masalah, jangan sampai komponen berputar tanpa pelumasan yang baik,” ucap Imun.Kesimpulannya, menggeber mobil aman dilakukan selama semua sistem bekerja dengan baik dan tidak dilakukan terlalu sering.
(prf/ega)
Benarkah Menggeber Mobil Bisa Bikin Mesin Rontok?
2026-01-12 05:57:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:02
| 2026-01-12 04:56
| 2026-01-12 04:51
| 2026-01-12 04:45
| 2026-01-12 04:42










































