Banjir Susulan di Pidie Jaya Aceh: Air Capai 2 Meter, Warga Sempat Panik, 19 Desa Terdampak

2026-01-15 20:21:53
Banjir Susulan di Pidie Jaya Aceh: Air Capai 2 Meter, Warga Sempat Panik, 19 Desa Terdampak
- Banjir susulan melanda sejumlah desa di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada Rabu .Curah hujan tinggi dan berlangsung lama menyebabkan daerah aliran sungai (DAS) di sejumlah wilayah meluap dan membanjiri pemukiman warga.Rumah-rumah warga yang masih terendam lumpur akibat bencana akhir November 2025 lalu kembali tergenang air.Baca juga: Banjir Kembali Landa Pidie Jaya Aceh, Ketinggian Air Capai 2 MeterDilansir dari Serambinews.com, banjir terjadi di sebagian gampong/desa turut Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, dan Bandar Dua (Ulee Gle), akibat hujan hingga meluapnya DAS sejak pukul 15.30 WIB.Sementara DAS yang meluap adalah Krueng Meureudu, Krueng Kiran, dan Krueng Jeulanga."Gampong di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua kembali banjir, dengan ketinggian sekira 30-50 Cm," kata Abdullah Gani, warga Pidie Jaya, Rabu .Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Muhammad Nur mengatakan bahwa dampak hujan deras telah mengakibatkan meluapnya air Krueng Meureudu, Krueng Beuracan, Krueng Ulim, dan krueng di kawasan Alue Keutapang.“Ketinggian air bervariasi 1 sampai 2 meter. Lokasi terdampak hampir menyeluruh di delapan kecamatan yang ada di Pidie Jaya,” kata Muhammad Nur dikutip dari Kompas.com.Baca juga: Hidup Tanpa Listrik dan Air Bersih Pascabanjir, Warga Pidie Jaya Tetap Jaga Adat Memuliakan TamuKeuchik Blang Awe, Masykur, menyampaikan, warga Gampong Blang Awe sempat panik hingga berlarian saat permukaan aliran DAS Meureudue meningkat.Menurut dia, meningkatnya DAS Meureudue, menyusul hujan yang turun menerus sejak sore hari.Namun, saat malam, air sungai telah surut meski hujan masih turun. Ia khawatir jika hujan tidak berhenti, maka Blang Awe bisa banjir lagi akibat DAS meluap."Warga Blang Awe sempat berlarian ke luar rumah akibat volume air meningkat. Sebab, warga telah trauma dengan musibah banjir bandang November 2025," kata Masykur.Baca juga: Satu Bulan Banjir Aceh, Warga Pidie Jaya Aceh Mulai Bangkit Bersihkan Rumah yang Tertimbun LumpurIa menjelaskan, informasi yang diterima, sejumlah rumah warga di dekat Krueng Meureudu telah banjir akibat DAS meluap.Menurut Wakil Bupati Pijay, Hasan Basri, sebanyak 19 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Meurah Dua, Meureudu, dan Bandar Dua, kembali dilanda banjir.Dia memaparkan, di Kecamatan Meurah Dua, air sudah memasuki Desa Dayah Husen, Mancang, Dayah Kruet, Meunasah Raya, Blang Cut, Buangan, dan Beuringen.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-15 18:53