Media Asing Soroti Pernyataan Prabowo soal Banjir Sumatera: Butuh 2-3 Bulan untuk Pulih

2026-01-12 05:14:08
Media Asing Soroti Pernyataan Prabowo soal Banjir Sumatera: Butuh 2-3 Bulan untuk Pulih
- Sejumlah media asing memberitakan pernyataan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang mengatakan, aktivitas di wilayah Sumatera terdampak banjir dapat kembali normal dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. Media asing tersebut salah satunya adalah Reuters, yang menerbitkan artikel berjudul "Indonesia president expects flood-stricken Sumatra to return to normal in 2-3 months as death toll exceeds 1,000" pada Senin . Dengan mengutip data resmi serta pernyataan Prabowo dalam rapat kabinet, Reuters menyoroti jumlah korban yang mencapai lebih dari 1.000 nyawa. Peristiwa banjir dan tanah longsor tersebut dipicu oleh siklon yang menghancurkan rumah-rumah serta memaksa warga mengungsi ke pusat-pusat evakuasi di Sumatera pada akhir November.Menurut data resmi, korban jiwa mencapai 1.030 orang per hari Senin, dengan 206 orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, per Selasa , korban bertambah menjadi 1.053 jiwa.Baca juga: BMKG: 21 Provinsi Berisiko Banjir Rob, Ini Waktu dan LokasinyaDalam rapat kabinetnya pada Senin, Prabowo mengatakan bahwa rekonstruksi di tiga provinsi terdampak banjir sudah mulai berjalan.Prabowo juga mengatakan ia telah menyampaikan permintaan maaf sebab pihak berwenang tidak dapat menyelesaikan proses rekonstruksi tersebut hanya dalam hitungan hari.“Saya tidak punya staf seperti Nabi Musa. Kita tidak bisa menyelesaikan ini dalam 3–5 hari. Mungkin dalam 2–3 bulan, aktivitas akan kembali normal," katanya seraya merujuk pada tokoh Alkitab yang mampu melakukan mukjizat, dikutip dari Reuters. Prabowo juga mengatakan pihak berwenang akan segera membangun ratusan rumah sementara bagi para pengungsi.Sementara itu, para pejabat senior pemerintah mengatakan rekonstruksi di Sumatera diperkirakan akan menelan biaya setidaknya 3,11 miliar dolar AS atau sekitar Rp 6 triliun (kurs hari Rabu, 17/12/2025).Baca juga: Media Asing Soroti Kematian Orangutan Tapanuli, Satwa Langka yang Tersapu Banjir SumateraLebih lanjut, kelompok lingkungan mengatakan, deforestasi yang terkait dengan kegiatan pertambangan dan pembalakan diketahui memperparah dampak dari banjir.Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia telah menghentikan sementara operasi perusahaan-perusahaan yang dituduh melakukan pelanggaran dan akan mewajibkan mereka menjalani audit lingkungan.Prabowo juga mengatakan pada Senin, bahwa perusahaan mana pun yang dalam audit terbukti melanggar aturan wajib untuk dicabut izinnya.Menteri Kehutanan Indonesia sebelumnya juga mengatakan pada Senin, bahwa negara akan mencabut 22 izin pemanfaatan kawasan hutan yang mencakup lebih dari 1 juta hektare.Izin-izin yang dicabut tersebut mencakup lebih dari 100.000 hektare kawasan di Sumatera, namun sang menteri tidak mengaitkan secara langsung pencabutan tersebut dengan banjir.Prabowo juga mengatakan, situasi di Sumatera saat ini sudah terkendali dan menyoroti para pemimpin negara lain yang telah menawarkan bantuan.“Saya katakan, terima kasih atas perhatiannya, kami bisa menanganinya,” ujarnya, dilansir dari Reuters.  Baca juga: Video Aksi Berani Warga Bekuk Penembak Bondi Beach: Rebut Senjata dan Banjir Pujian Termasuk dari Trump


(prf/ega)