Kemenkeu Pastikan Tidak Ada Relokasi Anggaran Meski Serapan Rendah

2026-01-15 23:53:43
Kemenkeu Pastikan Tidak Ada Relokasi Anggaran Meski Serapan Rendah
-Kementerian Keuangan memastikan tidak akan merelokasi anggaran Kementerian atau Lembaga dengan serapan rendah.Keputusan ini diambil setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya membuka opsi relokasi.Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman menjelaskan pemerintah kini memilih fokus pada asistensi dan percepatan belanja.Langkah ini diarahkan untuk program prioritas Presiden pada dua bulan terakhir tahun anggaran.“Tujuannya adalah membantu para K/L mempercepat belanjanya. Jadi bukan kita ingin memotong,” ujar Luky dalam konferensi pers APBN Kita edisi November di Jakarta, Kamis .Baca juga: Kemenkeu Buyback SUN Jelang Jatuh Tempo, Total Nilai Capai Rp 6,75 TriliunLuky menyampaikan ada beberapa K/L yang mengembalikan anggaran karena tidak mampu merealisasikan belanja hingga akhir tahun. Kemenkeu memastikan output program tetap aman meski terjadi pengembalian.“Misalnya untuk program prioritas Presiden, itu yang terus kami dorong supaya tidak ada gangguan dalam pencapaiannya,” kata Luky.Realisasi belanja K/L hingga Oktober 2025 mencapai Rp 961,2 triliun atau 75,4 persen dari outlook Lapsem.Baca juga: Kenaikan Gaji ASN Belum Diputuskan, Kemenkeu Hitung Kemampuan FiskalKemenkeu masih mendorong percepatan belanja dalam satu setengah bulan terakhir agar dampaknya terhadap ekonomi tetap optimal.“Intinya, bagaimana membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi. Bukan semata-mata ingin memotong belanja, tetapi memastikan belanja tersebut benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegas Luky.Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Kemenkeu Pastikan Tak Ada Relokasi Anggaran K/L yang Serapan Belanjanya Lambat


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-15 23:32