Demo Gen Z Meksiko Ricuh, 120 Orang Luka-luka!

2026-02-02 07:04:55
Demo Gen Z Meksiko Ricuh, 120 Orang Luka-luka!
Sebanyak 120 orang terluka akibat demo di Meksiko yang berakhir ricuh. Demo tersebut digelar oleh sekelompok massa yang memprotes pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum.Dilansir AFP, Minggu , otoritas setempat mengatakan setidaknya 120 orang terluka, dimana sebagian besar petugas polisi. Rinciannya 100 petugas polisi terluka, 40 di antaranya membutuhkan perawatan di rumah sakit karena memar dan luka, sementara 20 pengunjuk rasa juga terluka.Massa menggelar demo menentang kekerasan narkoba dan kebijakan keamanan Sheinbaum. Demo itu diorganisir oleh perwakilan "Generasi Z di media sosial, meskipun AFP melihat pengunjuk rasa dari berbagai usia di lokasi.Diketahui, Sheinbaum, yang berkuasa sejak Oktober 2024, mempertahankan tingkat persetujuan di atas 70 persen di tahun pertamanya menjabat, tetapi telah menghadapi kritik terhadap kebijakan keamanannya karena beberapa pembunuhan tingkat tinggi. Demo tersebut awalnya berlangsung damai, tetapi berakhir ricuh.v"Selama berjam-jam, mobilisasi ini berlangsung dan berkembang secara damai, hingga sekelompok orang berkerudung mulai melakukan tindakan kekerasan," ujar Pablo Vazquez, kepala keamanan Mexico City, kepada para wartawan.Vazquez mengatakan sebanyak 20 orang ditangkap atas kejahatan perampokan dan penyerangan, termasuk dugaan penyerangan terhadap seorang jurnalis surat kabar.Sejumlah massa demo banyak memegang spanduk dan mengenakan topi yang memberi hormat kepada Carlos Manzo, wali kota Uruapan di negara bagian Michoacan yang dibunuh pada 1 November, usai memimpin perang melawan geng-geng pengedar narkoba di kotanya.Beberapa peserta demo juga ada yang membawa bendera bajak laut yang merupakan lambang manga Jepang "One Piece," yang telah menjadi simbol protes anak muda global.Tonton juga video "Meksiko Ricuh, Guru-Buruh Bentrok dengan Polisi"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 05:03