Alasan Jarak Tempuh Mobil Listrik Tak Sesuai Klaim Pabrikan

2026-01-12 18:04:05
Alasan Jarak Tempuh Mobil Listrik Tak Sesuai Klaim Pabrikan
SOLO, - Klaim pabrikan terkait jarak tempuh mobil listrik kerap tak sesuai, namun ini bukan karena faktor kesengajaan menipu atau sejenisnya. Melainkan, cara pengujian di laboratorium yang tidak sama persis dengan kondisi jalan.Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan metode pengujian pabrik, seperti WLTP, EPA, NEDC, dan sejenisnya menggunakan standar sendiri dan berbeda dengan kondisi nyata.“Contoh, pengujian standar pabrik umumnya pada suhu udara relatif stabil antara 23-25 derajat Celcius, jalan datar, akselerasi halus, kecepatan rata-rata konstan, penumpang hanya driver saja atau dengan 1 penumpang, hasilnya tentu sangat irit,” ucap Jayan kepada , Sabtu .Baca juga: BYD Indonesia Harap Insentif Mobil Listrik Dilanjutkan di 2026Sedangkan di kondisi nyata, pengendara kemungkinan mengalami banyak stop and go di jalan, baik karena kondisi lalu lintas macet atau lampu sinyal jalan.“Beban listrik ketika mobil melaju dari berhenti sampai jalan membutuhkan daya lebih banyak daripada mobil sudah melaju konstan, artinya semakin sering stop and go bakal semakin boros,” ucap Jayan.Belum lagi, kondisi jalan di Indonesia banyak yang berbukit, sehingga mobil listrik harus melibas banyak jalan menanjak. Hal ini bisa menambah beban sehingga konsumsi daya bisa membengkak.Baca juga: Harga Baterai Terus Turun, Biaya Mobil Listrik Berpeluang Lebih EfisienKOMPAS.COM/AGUNG KURNIAWAN Honda Super-ONE Prototype, calon mobil listrik mungil Honda, sudah siap produksi massal, pertama dipasarkan di Jepang, kemudian menyusul negara lain.“Selain itu, pengendara kerap berkendara dengan kecepatan tidak stabil, kadang ngebut, ngerem dan terus berulang, ini bisa menguras daya listrik dari baterai lebih cepat,” ucap Jayan.Selain itu, cuaca lebih panas akan membuat pengendara menghidupkan air conditioner (AC). Komponen seperti blower, kompresor dan lainnya akan dibebankan pada baterai besar, sehingga dapat mengurangi jarak tempuhnya.“Beban daya listrik untuk AC mobil cukup besar, pasti bakal terasa bedanya antara pasang AC atau tidak,” ucap Jayan.Baca juga: Membangun Merek Nasional: Langkah Menuju Mobil Listrik Indonesia/FATHAN Lini produk Changan Avatr yang menyasar segmen mobil listrik premiumBerhubung kondisi tersebut kerap dijumpai pengendara di lapangan, maka hasil jarak tempuhnya tak sama dengan klaim pabrikan yang melakukan pengujian di laboratorium.


(prf/ega)