Cicit Syaikhona Kholil Soroti Ormas di Kasus Nenek Elina: Warga Madura Selalu Jaga Etika

2026-01-10 09:29:54
Cicit Syaikhona Kholil Soroti Ormas di Kasus Nenek Elina: Warga Madura Selalu Jaga Etika
BANGKALAN, - Aksi pengusiran dan pembongkaran rumah Nenek Elina di Surabaya yang sempet menyeret nama salah satu organisasi massa (ormas) membuat geram banyak pihak. Salah satunya cicit Syaikhona Kholil, R Imron Amin atau Ra Ibong.Syaikhona Kholil diketahui adalah ulama besar dari Madura. Dikenal sebagai guru para kiai Nusantara, dia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 10 November 2025.Ra Ibong mengaku geram karena sejumlah masyarakat jadi menghujat suku Madura buntut kasus pengusiran dan pembongkaran paksa rumah Nenek Elina.Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur XI (Madura) ini mengatakan sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa nenek Elina. Dia pun meminta, agar kasus tersebut ditangani secara adil dan proporsional."Silahkan tangani kasus itu secara adil dan proporsional, tanpa menyeret identitas kesukuan," ujarnya, Senin .Baca juga: Armuji Puji Langkah Cepat Polda Jatim Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pengusiran Paksa Nenek ElinaMenurut Ra Ibong, masyarakat Madura sangat memegang teguh etika di manapun berada."Saya meminta dengan hormat, jangan membawa-bawa nama suku Madura dalam kasus apa pun. Warga Madura di manapun berada selalu menjaga 'andhap asor' (etika) sebagaimana yang diajarkan oleh para sesepuh dan nenek moyang kita,” tegasnya.Dia juga menilai, penggunaan nama suku dalam suatu ormas berpotensi memperkeruh suasana, memicu prasangka, dan mengganggu harmoni sosial. Apalagi, tindakan individu tidak bisa digunakan untuk menggeneralisasi kelompok tertentu terutama suku."Tolong jangan membawa nama Madura. Jangan dikaitkan dengan suku Madura, baik itu soal ormas maupun yang semacamnya," ujarnya.Baca juga: Viral Kasus Pengusiran Nenek Elina, Madas Sudah Pecah Jadi 3 KelompokRa Ibong juga mengajak masyarakat untuk bisa menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak melakukan provokasi atau ujaran kebencian pada suku manapun.Tak hanya itu, dia meminta masyarakat agar fokus pada proses hukum dari kasus Nenek Elina."Biarkan proses berjalan sesuai hukum, dan mari kedepankan adab dalam menyikapi informasi,” kata Ra Ibong.Hal serupa juga disampaikan oleh tokoh masyarakat dari Bangkalan, Sholeh Abdi Jaya.Dia menyebut, penggunaan nama suku dalam ormas tersebut dikhawatirkan berdampak buruk bagi Suku Madura."Kasihan warga Madura di perantauan yang tidak tahu apa-apa juga kena dampaknya akibat perilaku oknum yang tidak tahu sejarah Madura," ujar Sholeh, Selasa."Dari dulu sampai sekarang, masyarakat Madura sangat menjunjung tinggi sopan santun dan etika," pungkasnya.Baca juga: Oknum Ormas Madas, M Yasin Ditangkap Polda Jatim


(prf/ega)