Fadli Zon Tinjau Borobudur, Dorong Percepatan Revitalisasi Kompleks Candi

2026-01-14 08:35:30
Fadli Zon Tinjau Borobudur, Dorong Percepatan Revitalisasi Kompleks Candi
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau Balai Konservasi Candi Borobudur untuk memastikan percepatan revitalisasi dan pelestarian warisan budaya dunia tersebut.Dalam kunjungan tersebut, Fadli menjelaskan revitalisasi kompleks Candi Borobudur merupakan pekerjaan yang kompleks dan membutuhkan penanganan dari banyak pihak. Untuk itu, Fadli memberikan apresiasi kepada para arkeolog, pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemugaran Candi Borobudur."Rencana pemugaran ini mungkin memerlukan beberapa kali pertemuan sebelum kita lakukan. Tetapi, sekarang ini Kementerian Kebudayaan sudah melakukan rekonstruksi dari apa yang ada. Dari batu-batu yang dulu ditinggalkan oleh Van Erp dan juga Stutterheim. Selain itu, kita juga tentu melihat riwayat dari kajian-kajian yang ada," ujar Fadli, dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).Fadli juga menegaskan pentingnya memanfaatkan teknologi mutakhir untuk mempercepat revitalisasi kompleks Candi Borobudur. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, Fadli menjelaskan proses revitalisasi akan memberikan efisiensi dari segi waktu, biaya dan tenaga."Pemugaran candi-candi harus memakai teknologi. Sekarang sudah bisa menggunakan foto, diolah menggunakan komputer dan teknologi lain supaya memudahkan. Kita juga bisa analisis menggunakan teknik 3D," terang Fadli.Lebih jauh, Menteri Kebudayaan menekankan revitalisasi membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Pelestarian cagar budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga membutuhkan sinergi dengan masyarakat setempat, arkeolog, sejarawan hingga pelajar."Tugas melestarikan cagar budaya merupakan tanggung jawab semua pihak. Mulai dari pemerintah, masyarakat, arkeolog, sejarawan, bahkan siswa-siswi yang masih duduk di bangku sekolah," ungkap Fadli.Mengakhiri kunjungan, Menteri Fadli berharap adanya akselerasi atau percepatan proses revitalisasi kompleks Candi Borobudur. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pemajuan kebudayaan, sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif bagi masyarakat dan budayawan setempat."Kita harapkan dalam waktu dekat, dan jika prosesnya berjalan dengan lancar, kita bisa melakukan rekonstruksi Candi Borobudur dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.Peninjauan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayudha; Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin; serta Penanggung Jawab MCB Unit Borobudur, Wiwit Kasiyati.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-14 08:47