Pramono Minta Bersihkan Jalan dari Bendera Parpol: Maksimal 3 Hari Habis Acara

2026-02-02 22:02:09
Pramono Minta Bersihkan Jalan dari Bendera Parpol: Maksimal 3 Hari Habis Acara
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh jajaran Satpol PP dan perangkat wilayah untuk langsung menurunkan spanduk, baliho, dan bendera partai politik yang terpasang melebihi batas waktu dua hari setelah kegiatan berlangsung. Pramono mengatakan penindakan ini demi menjaga ketertiban ruang publik."Di ruang terbuka ini, saya sampaikan secara terbuka. Dulu, kalau ada acara partai, benderanya itu bisa dipasang sebulan, nggak ada yang nurunin. Benderanya sudah sobek-sobek, sudah jelek banget," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/12/2025)."Saya bilang sama kepala dinas terkait, kepada Satpol PP, sudah nggak boleh lagi. Sekarang maksimum 2-3 hari setelah acara. Kalau (bendera) nggak diturunkan, kita yang menurunkan. Mohon maaf, saya juga orang partai, Pak, tapi ini mengganggu," lanjutnya.Dia menegaskan aturan tersebut berlaku untuk semua pihak tanpa kecuali. Menurut Pramono, banyak keluhan masuk terkait atribut politik yang tak pernah dibereskan dan mengganggu estetika kota."Maka sekarang ini, begitu acara selesai, dua hari kita rapikan. Kemarin ada yang protes, saya bilang saya harus adil bagi semuanya. Walaupun yang telepon saya ketua umum sahabat saya, saya bilang saya harus adil buat semuanya," ungkapnya.Ia pun mengaku pernah menghubungi Kepala Satpol PP Jakarta Satriadi untuk menurunkan bendera dan spanduk partai yang ada di jalan raya."Termasuk spanduk-spanduk. Kemarin ada spanduk 'Bekerja dengan rakyat', wajahnya nggak pernah bekerja dengan rakyat tuh," ungkapnya."Nggak diturun-turunin di jembatan penyeberangan, lama banget. Sampai saya telepon, 'Kenapa nggak diturunin? Ganggu banget tiap hari saya lihatin'," imbuhnya.Tonton juga Video: Kata Ketua KPU soal Bendera Parpol Sebabkan Kakek-Nenek Celaka[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-02 21:28