Mirip Alat “Mata-mata”, Ini Isi Ponsel Android di Korea Utara, Berminat Memakainya?

2026-01-12 05:18:19
Mirip Alat “Mata-mata”, Ini Isi Ponsel Android di Korea Utara, Berminat Memakainya?
Ringkasan: - Ponsel Android buatan Korea Utara bukanlah HP biasa yang berfungsi sebagai alat komunikasi, melainkan malah cenderung mirip seperti alat “mata-mata” negara untuk mengawasi dan mengontrol masyarakat.Pengguna mungkin bakal berpikir dua kali jika hendak menggunakan ponsel tersebut. Bagaimana tidak, HP Android Korea Utara di dalamnya ternyata dibekali sensor untuk membatasi dan mengawasi pengguna, setidaknya begitu kata Arun Maini.Baca juga: 10 Merek HP Korea Utara yang Jarang Diketahui DuniaYouTube teknologi kenamaan dari kanal Mrwhosetheboss itu belakangan sempat membongkar isi sistem dari HP Android yang digunakan di Korea Utara yang diunggah dalam video bertajuk “Testing North Korea’s Illegal Smartphones”.Maini menjajal dua ponsel yang berhasil diselundupkan keluar dari negara tersebut. Maini menyebut salah satu ponsel yang diuji merupakan perangkat kelas bawah, yaitu Haeyang 710. Sementara itu, satu lainnya adalah model flagship bernama Samtaesung 8.Youtube.com/Mrwhosetheboss Tampilan HP Korea Utara Samtaesung 8 yang berisi sistem pembatasan dan pengawasan negara.Meski tampil seperti ponsel Android pada umumnya, perangkat tersebut dinilai jauh dari konsep ponsel pribadi. Menurut Maini, ponsel Android Korea Utara lebih layak disebut sebagai instrumen pengawasan negara.Klaim tersebut didasarkan pada temuan bahwa seluruh sistem HP Android Korea Utara itu dirancang untuk membatasi komunikasi, menyaring informasi, dan memantau aktivitas pengguna secara menyeluruh.Salah satu bentuk sensor paling mencolok dari ponsel Android ini adalah pemblokiran total pada akses internet dan aplikasi global.Kedua ponsel yang diuji tidak bisa menggunakan Wi-Fi secara bebas. Untuk mengakses jaringan, pengguna harus membuka aplikasi khusus bernama “Mirae” dan memasukkan identitas pribadi.Youtube.com/Mrwhosetheboss Ilustrasi ponsel Korea Utara yang tak bisa pakai Wi-Fi.Namun, akses tersebut bukan ke internet bebas, melainkan ke intranet tertutup yang hanya berisi situs resmi dan konten yang telah disetujui pemerintah. Aplikasi populer seperti Google, media sosial, hingga aplikasi pesan instan juga sepenuhnya diblokir.Selain pembatasan internet dan aplikasi global, sistem operasi (OS) di HP juga dikontrol sedemikian rupa. Maini mengatakan OS ponsel Android dari Korea Utara ini tampak menjalankan Android 10 atau 11, OS yang tergolong cukup lawas.Di samping OS yang lawas, seluruh aplikasi di dalamnya yang merupakan tiruan buatan Korea Utara. Beberapa aplikasi utama di ponsel, seperti browser, kalender, kamera, hingga pemutar musik, tidak bisa menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.Aplikasi-aplikasi tersebut justru dipakai untuk menampilkan konten propaganda negara. Maini menyebut beberapa aplikasi bahkan hanya menampilkan informasi tentang pemimpin dan ideologi negara.Baca juga: Riset Google: Serangan Siber Banyak Didanai Pemerintah, Korea Utara TerbanyakHP Android Korea Utara ini juga memiliki sensor ketat yang bahkan diterapkan hingga ke level pengetikan. Dalam uji coba, Maini menunjukkan bahwa kata “Korea Selatan” tidak bisa diketik secara normal.Youtube.com/Mrwhosetheboss Ponsel Android Korea Utara yang mensensor kata Korea Selatan.Sistem akan otomatis menggantinya dengan istilah bernada propaganda, seperti “negara boneka”, atau menyamarkannya dengan tanda bintang. Istilah gaul modern dan referensi budaya populer dari Korea Selatan juga memicu peringatan sistem.


(prf/ega)