– Penanggalan Hijriah atau kalender Qomariyah disusun berdasarkan peredaran Bulan mengelilingi Bumi.Sistem penanggalan ini memiliki peran penting bagi umat Islam karena berkaitan langsung dengan waktu-waktu ibadah, terutama pada bulan-bulan tertentu, seperti Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.Dalam penentuan awal bulan Hijriah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berperan memberikan layanan tanda waktu serta informasi posisi Matahari dan Bulan.BMKG juga menyampaikan pertimbangan ilmiah kepada para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama (Kemenag), dalam penetapan awal bulan Hijriah.Selain menyampaikan data hilal hasil hisab atau perhitungan astronomis, BMKG turut melaksanakan rukyat atau observasi hilal di 37 lokasi pemantauan di seluruh Indonesia.Pelaksanaan rukyat hilal tersebut dapat disaksikan masyarakat secara daring melalui siaran langsung di laman https://hilal.bmkg.go.id/ setiap bulan.Untuk penentuan awal bulan Rajab 1447 Hijriah, BMKG menyampaikan informasi posisi hilal berdasarkan hasil hisab pada saat Matahari terbenam. Data tersebut juga digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan rukyat hilal.Baca juga: Perintah Puasa Rajab Lengkap dengan Dalil dan KeutamaannyaKonjungsi geosentrik atau ijtima’ merupakan peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan berada pada posisi yang sama dengan bujur ekliptika Matahari, dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi.Peristiwa konjungsi ini terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025 M, pukul 01.43.20 UT atau pukul 08.43.20 WIB, pukul 09.43.20 WITA, dan pukul 10.43.20 WIT.Pada saat itu, nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan berada pada angka yang sama, yakni 268,42 derajat.Periode sinodis Bulan, yang dihitung sejak konjungsi sebelumnya atau awal bulan Jumadilakhir 1447 H hingga konjungsi berikutnya yang menandai awal Rajab 1447 H, berlangsung selama 29 hari 18 jam 56 menit.Waktu terbenam Matahari ditetapkan ketika bagian atas piringan Matahari tepat berada di garis horizon yang teramati.Pada 20 Desember 2025, waktu Matahari terbenam paling awal di wilayah Indonesia terjadi pukul 17.42.53 WIT di Jayapura, Papua. Sementara itu, waktu Matahari terbenam paling akhir terjadi pukul 18.31.30 WIB di Sinabang, Aceh.Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam tersebut, dapat disimpulkan bahwa konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 20 Desember 2025.Berdasarkan pertimbangan tersebut, secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Rajab 1447 H bagi pihak yang menggunakan metode rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam pada 20 Desember 2025.
(prf/ega)
Cek Tanggal 1 Rajab 1447 H: Ini Waktu Malam Rajab dan Amalan Sunahnya
2026-01-12 05:29:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:07
| 2026-01-12 05:01
| 2026-01-12 03:27
| 2026-01-12 03:22










































