Keluarga Beberkan Kronologi Ibu Hamil Meninggal di Jayapura, 17 Jam Tanpa Ada Dokter Spesialis

2026-01-11 04:00:54
Keluarga Beberkan Kronologi Ibu Hamil Meninggal di Jayapura, 17 Jam Tanpa Ada Dokter Spesialis
JAYAPURA, – Duka mendalam menyelimuti keluarga Martha Ngurmetan, ibu hamil yang mengembuskan napas terakhir saat hendak menjalani proses persalinan di Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura.Pihak keluarga menduga ada kelalaian medis yang berujung pada hilangnya nyawa Martha dan bayi dalam kandungan tersebut.Frans Koromat, perwakilan keluarga mengungkapkan kekecewaannya atas pelayanan pihak rumah sakit.Menurut dia, ada rentang waktu krusial selama belasan jam karena dokter spesialis yang bertanggung jawab tidak berada di tempat untuk memantau kondisi pasien secara langsung.Baca juga: Viral Keluarga Marah-marah Usai Ibu dan Bayi Meninggal di Rumah Sakit di Jayapura, RS Beri PenjelasanFrans pun menjelaskan kronologi kejadiannya. Dia menyebut, Martha tiba di RS Marthen Indey pada Jumat, 26 Desember 2025, sekitar pukul 09.15 WIT.Awalnya, Martha diterima dengan baik di Unit Gawat Darurat (UGD) khusus ibu hamil. Setelah pemeriksaan awal menunjukkan pembukaan satu, pasien dipindahkan ke ruang perawatan kebidanan."Di ruang kebidanan, pemeriksaan lanjutan menunjukkan kondisi jantung janin dan tensi ibu dalam keadaan baik. Sesuai rujukan dokter, petugas kemudian melakukan tindakan induksi atau pemberian obat perangsang sekitar pukul 11.00 WIT," ujar Frans ketika ditemui di rumah duka, Selasa .Namun, dia mengatakan, masalah mulai muncul ketika Martha mulai bereaksi terhadap obat induksi tersebut.Selama belasan jam, Martha disebut merintih kesakitan di ruang penindakan. Namun, selama itu, keluarga menyebut bahwa Martha hanya ditangani oleh bidan tanpa kehadiran dokter spesialis secara fisik."Pasien berinteraksi hanya dengan bidan. Dokter tidak datang dari pagi, siang, sore, bahkan sampai tengah malam. Dokter hanya menerima laporan via telepon atau pesan singkat," kata Frans.Baca juga: Kapendam Cenderawasih Klarifikasi Kasus Viral Ibu Hamil Meninggal di RS Marthen Indey JayapuraSelain itu, keluarga menyoroti adanya hambatan komunikasi. Penggunaan istilah medis oleh pihak rumah sakit saat menjelaskan kondisi darurat membuat suami Martha yang awam tidak memahami risiko fatal yang sedang dihadapi."Ada mispersepsi. Suami tidak mengerti istilah medis terkait operasi caesar yang dimaksud. Harusnya dokter hadir untuk menjelaskan secara langsung agar keluarga bisa mengambil keputusan cepat," ujar Frans.Menurut Frans, keluarga juga menyayangkan sikap petugas yang melarang adik Martha masuk untuk memberikan penguatan spiritual maupun mental pada pukul 02.00 WIT dini hari, dengan alasan pasien sedang dalam observasi.Hingga akhirnya, kondisi Martha semakin kritis. Sedangkan dokter spesialis baru tiba di rumah sakit pada 27 Desember 2025, sekitar pukul 03.00 WIT dini hari, saat kondisi pasien sudah tidak tertolong."Dokter tiba saat pasien sudah lewat masa kritis, atau bisa dikatakan sudah meninggal. Petugas UGD sempat melakukan tindakan pompa jantung, namun nyawa almarhumah tidak terselamatkan," kata Frans.Baca juga: WNA Kanada Terjatuh saat Hiking di Air Terjun Cycloop Jayapura, Tim SAR Butuh 7 Jam untuk Evakuasi


(prf/ega)