Pamit dari Lokasi Bencana Sumatera, Ferry Irwandi Pastikan Donasi Rp 10,3 Miliar Sudah Teralokasi

2026-02-04 05:33:09
Pamit dari Lokasi Bencana Sumatera, Ferry Irwandi Pastikan Donasi Rp 10,3 Miliar Sudah Teralokasi
JAKARTA, - Kreator konten Ferry Irwandi resmi mengakhiri misi kemanusiaannya di lokasi bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera.Setelah hampir satu bulan berada di lapangan, Ferry memutuskan untuk pamit undur diri.Ia memastikan seluruh dana donasi yang terkumpul dari masyarakat melalui platform Kitabisa sebesar Rp10,3 miliar telah dialokasikan sepenuhnya untuk para korban.Baca juga: Profil Ferry Irwandi, Tinggalkan PNS Kementerian Keuangan dan Jadi Kreator Konten"Gue informasikan kepada teman-teman semua bahwa dana yang kita kumpulkan di campaign Bersama Kitabisa sebesar 10,3 Miliar, semuanya sudah teralokasikan," kata Ferry dalam video yang ia unggah.Ferry menjelaskan, dirinya bersama tim relawan telah menghabiskan waktu lebih dari 20 hari menyusuri berbagai titik bencana, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.Terkait dana Rp10,3 miliar tersebut, Ferry menyebut sebagian besar bantuan sudah didistribusikan langsung kepada masyarakat terdampak.Sementara untuk sisanya, saat ini tengah dalam proses penyaluran.Baca juga: Ferry Irwandi Tanggapi Sindiran Rp 10 M Si Paling Kerja: Gue Malah Ngerasa Kurang"Laporan realisasi akhir langsung kita kerjakan, beberapa pekerjaan yang sedang berjalan terus kita pantau dan awasi," tulis Ferry dalam keterangan unggahannya.Demi menjaga transparansi penyaluran donasi, Ferry juga meminta para donatur untuk memantau laporan pertanggungjawaban secara berkala.Menutup perjalanannya, Ferry menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses penyaluran bantuan dan berterima kasih atas kepercayaan publik yang luar biasa."Gue mau izin pamit kepada teman-teman semua. Izin pulang dulu, dan gue minta maaf atas semua kekurangan dan kekeliruan, semoga Sumatera lekas pulih seperti sedia kala," pungkas Ferry.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 04:33