Soal Tambang Emas Penyebab Banjir, Wamen ESDM: Katanya Wilayah Kerjanya Jauh

2026-01-12 07:48:18
Soal Tambang Emas Penyebab Banjir, Wamen ESDM: Katanya Wilayah Kerjanya Jauh
JAKARTA, – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa lokasi tambang emas yang disebut-sebut sebagai penyebab banjir bandang di Pulau Sumatera berada jauh dari wilayah bencana.“Katanya wilayah kerjanya jauh,” ujar Yuliot usai menghadiri rapat di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin seperti dikutip dari Antara.Ia menambahkan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan turun langsung ke tiga provinsi terdampak banjir bandang dan longsor.Baca juga: Mentan Siapkan Bantuan untuk Petani-Peternak Terdampak Banjir SumateraKunjungan tersebut untuk memastikan kondisi lapangan, mulai dari ketersediaan energi hingga keberadaan lokasi tambang yang dituding sebagai pemicu bencana.“Ini dicek di lapangan, besok Pak Menteri akan lihat dari atas. Besok (Selasa),” kata Yuliot.Sebelumnya Walhi Sumut menyebutkan bahwa bencana banjir dan longsor di beberapa kabupaten di Sumater Utara  bukan hanya diakibatkan oleh intensitas hujan."Namun sebagai dampak akumulatif dari kerusakan-kerusakan ekosistem Batang Toru yang terjadi selama ini," sebutnya dalam akun resmi IG Walhi Sumut, Jumat .Dalam postingan lainnya, Walhi Sumut mengungapkan bahwa bencana banjir bandang tersebut membawa ribuan kubik gelondongan kayu hasil pembukaan hutan yang memghantam pemukiman warga.Menurut Walhi Sumut, di atas perbukitan terdapat tambang emas milik PT Agincourt Resources (Martabe). Dari pencitraan satelit terbaru 2025 pembukaan hutan di areal Harangan Tapanuli tepatnya di Kecamatan Batang Toru Tapanuli Selatan sangat masif terjadi."Padahal di lokasi hutan tersebut kaya dengan nilai konservasi tinggi dan menjadi benteng alam jika hujan terjadi," sebutnya, Kamis .Walhi Sumut mengingatkan bahwa segala bentuk industri berbagai sektor yang mengekplorasi alam harus berdasarkan kajian AMDAL yang akurat dan cermat."Izin berdirinya tambang emas PT Agincourt Resources harus segera di cek dan dievaluasi. Tidak ada ruang ruang bagi investasi jika masyarakat dan lingkungan menjadi korban," tulisnya.ANTARA FOTO/Yudi Manar Tim SAR gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat . BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat sebanyak 32 orang meninggal dunia akibat banjir bandang pada Selasa . Menanggapi tudingan sebagai penyebab banjir bandang, PT Agincourt Resources (PTAR) menegaskan bahwa lokasi operasional perusahaan tidak berada di DAS yang sama dengan titik bencana di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.PTAR menjelaskan bahwa area operasi perusahaan berada di DAS Aek Pahu, tempat berbeda dan tidak terhubung dengan lokasi banjir di DAS Garoga/Aek Ngadol.“Pemantauan kami juga tidak menemukan material kayu di DAS Aek Pahu yang dapat dikaitkan dengan temuan di wilayah banjir. PTAR mendukung penuh kajian komprehensif yang dilakukan pemerintah atas seluruh faktor penyebab bencana ini dan siap bekerja sama secara transparan,” ujar Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono.Baca juga: Bahlil Perketat AMDAL Tambang Usai Banjir dan Longsor Terjang Sumatera


(prf/ega)