Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

2026-01-12 03:33:32
Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga
- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam menghadapi banjir yang melanda wilayahnya beberapa hari terakhir adalah memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.“Pemerintah Kota Semarang berkonsentrasi prioritasnya adalah di penanganan warga terdampak. Pompa-pompa kami banyak sekali digunakan untuk membuang air di wilayah-wilayah terdampak,” ujar Agustina saat mendampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Tentara Nasional Indonesia (TNI) Suharyanto dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meninjau kawasan Kaligawe, Senin .Ia menjelaskan, pompa-pompa kecil difokuskan untuk wilayah permukiman, sementara pompa besar dan sistem manajemen air ditangani bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan TNI.“Pemerintah kota konsen terhadap dua hal. Nomor satu, bantuan logistik pangan tidak boleh terlambat. Maka kalau ada yang terdampak, lapor lurahnya supaya lurah lapor ke posko dan segera dikirim. Selebihnya sudah ditangani dengan sangat baik proses perencanaan pengendalian banjirnya antara pemerintah pusat, gubernur, dan Pak Pangdam tadi juga rawuh (hadir),” imbuhnya.Baca juga: Penanganan Banjir Semarang: 38 Pompa Disiagakan, Air Tersedot 30 Ribu Liter per DetikAgustina juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi terhadap penanganan banjir di Kota Semarang.“Saya terima kasih sekali karena sudah banyak sekali perhatian. Hari ini Kepala BNPB, kemarin Pak Wapres, sehingga semuanya gercep,” ucapnya.Menurut Agustina, penyebab utama lambatnya air surut di sejumlah titik disebabkan oleh gundukan tanah proyek sementara yang menutup aliran air menuju laut.Setelah dilakukan pembongkaran oleh tim gabungan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Pemprov Jateng, arus air kini berangsur lancar.“Kalau manajemen pompa dan buka-tutup saluran air berjalan baik, kemungkinan besar surutnya akan lebih cepat,” jelasnya.Baca juga: BPBD Imbau Warga Jakarta Waspada Banjir dan Tidak Buang Sampah ke Saluran AirLebih lanjut, Agustina menyebut penanganan jangka panjang akan difokuskan pada pembangunan kolam retensi yang memiliki fungsi ganda.“Jangka panjangnya jika ini jadi kolam retensi, ini bisa menjadi sumber air baku. Nantinya akan menjadi air bersih pengganti dari APT (air permukaan tanah). Kalau APT tidak lagi difungsikan tentu penurunan tanah juga bisa diantisipasi lebih baik,” paparnya.Penanganan banjir dilakukan secara terpaduPada kesempatan yang sama, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa penanganan banjir Semarang dilakukan secara terpadu sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.“Presiden memerintahkan saya memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan bersama pemerintah pusat, provinsi, dan daerah,” ujarnya.Baca juga: Harga BBM Pertamina per 1 November 2025 di Semua ProvinsiIa menambahkan, kondisi banjir di kawasan timur kini jauh membaik dan diperkirakan akan surut dalam dua hingga tiga hari ke depan.Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengapresiasi kerja kolaboratif lintas instansi.“Artinya kerja-kerja kolaboratif ini yang akhirnya kita bisa memberikan pelayanan masyarakat juga tegak. Ini menjadi role model bahwa kita ternyata bisa ke arah sana,” ujarnya.


(prf/ega)