13,5 Ton Cengkih Terpapar Radioaktif Kembali ke RI, Akan Dimusnahkan KLH

2026-02-03 02:16:21
13,5 Ton Cengkih Terpapar Radioaktif Kembali ke RI, Akan Dimusnahkan KLH
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol mengungkap perkembangan penanganan kasus cengkih terkontaminasi radioaktif Cs-137 yang dikembalikan dari Amerika Serikat (AS). Hanif mengatakan cengkih sebanyak 13,5 ton yang terkontaminasi telah kembali ke Indonesia.Hal itu disampaikan Hanif dalam rapat bersama Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Hanif mengatakan cengkih terkontaminasi berasal dari pengiriman Surabaya untuk diimpor ke AS."Penanganan kontaminasi di Lampung, Surabaya, telah teridentifikasi, terkait tercemarnya cengkih yang berasal dari pengiriman Surabaya. Selanjutnya kami lakukan penelusuran lebih lanjut," ujar Hanif.Penelusuran dilakukan di Lampung sebagai tempat cengkih berasal. Namun pihaknya tak menemukan sumber pencemaran radiasi di Lampung."Kemudian kami menemukan satu titik yang berada di perkuburan, yang kemudian kita telah kita lakukan dekontaminasi, sehingga dinyatakan aman lokasi tersebut," ujarnya.Saat ini, cengkih berton-ton tersebut telah kembali ke Indonesia setelah gagal diimpor karena terpapar radioaktif. Kementerian Lingkungan Hidup akan segera menyiapkan proses pemusnahan cengkih tersebut."Hari ini cengkih tersebut telah kembali ke Indonesia setelah diimpor dengan sejumlah 13,5 ton," ujarnya."Pelaksanaan pemusnahannya kami akan jadwalkan di tahun depan, bersisian dengan rencana anggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup," imbuh dia.Simak juga Video: KLH Tak Temukan Cesium-137 di Pabrik Cengkeh Lampung-Surabaya[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-03 01:48