Kemenkeu: Ekonomi RI Tahan Banting, Industri Asuransi Perlu Jadi Pengungkit

2026-01-12 07:08:55
Kemenkeu: Ekonomi RI Tahan Banting, Industri Asuransi Perlu Jadi Pengungkit
JAKARTA, - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai perekonomian Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang relatif stabil, solid, dan memiliki daya tahan kuat menghadapi berbagai guncangan global maupun domestik. Meski produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia masih berada di kisaran 4.800-4.900 dollar AS, tren perbaikan indikator kesejahteraan menunjukkan arah yang positif dan menandakan ekonomi nasional berada di jalur yang tepat. Direktur Strategi APBN Kementerian Keuangan, Wahyu Utomo, mengatakan meskipun level PDB per kapita Indonesia belum sepenuhnya kuat, berbagai indikator makro dan sosial menunjukkan perbaikan yang konsisten. “Kita memang PDB per kapita ada di kisaran 4.800-4.900 dollar AS. Belum sepenuhnya kuat, tapi trennya menunjukkan kemiskinan juga turun, pengangguran turun, kesenjangan ekonomi juga turun. Artinya kita sudah on track pada posisi yang baik. Kita tahan terhadap berbagai guncangan, kita tahan banting,” ujar Wahyu saat gelaran "Indonesia Economic & Insurance Outlook 2026", Senin . Baca juga: Kontribusi Industri Asuransi ke PDB Masih Tertinggal dari Perbankan dan Pasar Modal Ketahanan tersebut tidak terlepas dari pengelolaan fiskal Indonesia yang dinilai sangat prudent. Wahyu memastikan defisit anggaran dijaga tidak melebihi batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara rasio utang dipertahankan di bawah 60 persen. Disiplin ini menunjukkan komitmen pemerintah menjaga keberlanjutan keuangan negara agar tetap sehat dan stabil. Pengalaman historis dalam menjaga batas defisit dan utang tersebut menjadi pelajaran penting, karena terbukti mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi berbagai guncangan, baik dari dalam maupun luar negeri. “Masalah fiskal Indonesia termasuk yang sangat prudent dalam mengelola fiskal. Kita taat terhadap fiscal rule. Defisit selalu dijaga di bawah 3 persen dan utang selalu dijaga di bawah 60 persen. Berbagai histori ini tentu menjadi pembelajaran yang penting,” paparnya. Baca juga: Askrindo Beri Pelindungan Asuransi Pengujung Taman Wisata Air di Yogyakarta Wahyu menjelaskan, hingga kuartal III-2025 perekonomian Indonesia masih menunjukkan resiliensi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,04 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini sedikit lambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang tercatat 5,12 persen, tetapi masih menunjukkan ketahanan aktivitas ekonomi di tengah tekanan global dan domestik. Lalu, inflasi berada dalam rentang terkendali. Untuk diketahui inflasi pada November 2025 tercatat stabil di tengah dinamika harga menjelang akhir tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan sebesar 0,17 persen, dengan inflasi tahunan mencapai 2,72 persen dan inflasi tahun kalender berada di 2,27 persen. Capaian ini menunjukkan pergerakan harga barang dan jasa masih dalam batas aman menjelang akhir tahun.Baca juga: Ini Tiga Sektor yang Dibidik Purbaya Jadi Fondasi Mesin Pertumbuhan Baru Ekonomi RI


(prf/ega)