Polres Kampar Kirim Personel Cari Ipda Angga yang Hilang di Sumbar

2026-01-12 17:24:52
Polres Kampar Kirim Personel Cari Ipda Angga yang Hilang di Sumbar
Polres Kampar mengirimkan personel untuk membantu pencarian Ipda Angga Mujafar, anggota Direktorat Reskrimum Polda Riau yang hilang saat banjir bandang di Jembatan Kembar Silaing, Padang Panjang, Padang, Sumbar. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi keluarga Ipda Angga."Kehilangan saudara-saudara kita, termasuk Ipda Angga Mufajar, merupakan pukulan berat bagi kita semua. Sebagai bagian dari keluarga besar Polri, kami merasa terpanggil untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin dalam proses pencarian dan penyelamatan," ujar Kapolres Kampar AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang, dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).Tim bantuan Polres Kampar ini dilengkapi peralatan evakuasi, medis, komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya untuk memastikan efektivitas dan keselamatan selama operasi pencarian dan penyelamatan. Sebanyak 15 personel yang dipimpin oleh Ipda Irwan Fadilla dikirim ke Padang yang nantinya akan bergabung dengan personel Polda Riau lainnya."Pengiriman tim perbantuan Polres Kampar ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, serta menjalin kerjasama dan sinergitas dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana," imbuhnya."Kami berharap, dengan kerja keras dan doa kita bersama, Ipda Angga dan seluruh korban longsor lainnya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kami akan terus memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan sampai situasi benar-benar tuntas," sambungnya. Personil Polres Kampar yang diperbantukan akan berkoordinasi erat dengan tim SAR gabungan dari berbagai instansi, seperti Basarnas, BPBD, TNI, relawan, dan masyarakat setempat, untuk melakukan pencarian secara terkoordinasi dan efektif di area yang terdampak longsor. Selain mencari Ipda Angga, tim juga akan membantu mencari dan mengevakuasi korban longsor lainnya yang belum ditemukan, serta memberikan bantuan medis dan logistik kepada para pengungsi dan keluarga korban yang membutuhkan.Diketahui, Ipda Angga hilang dalam perjalanan dinas menuju ke Lapas di Padang untuk pemeriksaan saksi. Angga saat itu naik mobil bersama rekannya, Brigadir Tri dan seorang sopir ketika banjir bandang menerjang Jembatan Kembar, pada Rabu (26/11) lalu.Brigadir Tri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Ipda Angga dan sopir dinyatakan hilang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-12 16:21