Kepung Taiwan, China Gelar Latihan Perang Terbesar Usai AS Jual Senjata Rp 186 Triliun

2026-01-11 14:23:51
Kepung Taiwan, China Gelar Latihan Perang Terbesar Usai AS Jual Senjata Rp 186 Triliun
- China menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan pada Senin , menyusul keputusan Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan senjata terbesar sepanjang sejarah kepada Taipei.Dilansir dari Independent, Senin , langkah Beijing ini dipandang sebagai sinyal keras di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Selat Taiwan.Latihan yang melibatkan kekuatan darat, laut, dan udara itu diberi nama “Misi Keadilan 2025”.Latihan perang disinyalir sebagai respons tegas Beijing terhadap apa yang dianggapnya sebagai ancaman separatisme dan campur tangan asing.Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China mengumumkan pembatasan wilayah laut dan udara di lima zona sekitar Taiwan selama sekitar 10 jam, mulai pukul 08.00 waktu setempat.Baca juga: Hanya Bisa Gerakkan 1 Jari, Pria China Ini Sukses Kembangkan Teknologi Tani ModernOtoritas Taiwan pun menilai manuver tersebut sebagai bentuk intimidasi militer yang secara langsung mengganggu stabilitas kawasan.Beijing menyatakan latihan ini merupakan peringatan keras menyusul meningkatnya ketegangan regional, termasuk pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang menyebut potensi serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons militer Tokyo.Situasi ini juga beriringan dengan keputusan Washington menjual persenjataan senilai 11,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 186,2 triliun) kepada Taiwan, yang dibalas China dengan sanksi terhadap puluhan perusahaan dan eksekutif Amerika.Baca juga: Daftar 10 Orang Terkaya di Asia Akhir Desember 2025 Didominasi India dan China, Bagaimana Posisi Indonesia?AFP/GREG BAKER Drone bawah laut AJX-002 saat dipamerkan di parade militer dalam rangka peringatan 80 tahun kemenangan China atas Jepang dalam Perang Dunia, di Lapangan Tiananmen, Beijing, 3 September 2025.Militer China menyebut telah mengerahkan jet tempur, pesawat pembom, drone, hingga rudal jarak jauh untuk mensimulasikan serangan terkoordinasi dari berbagai arah.Latihan digelar di Selat Taiwan serta kawasan utara, barat daya, tenggara, dan timur pulau tersebut.Juru bicara Komando Teater Timur, Kolonel Senior Shi Yi, menjelaskan, latihan difokuskan pada patroli kesiapan tempur laut-udara, perebutan keunggulan strategis, simulasi blokade pelabuhan, serta upaya mencegah intervensi pihak luar.Ia menegaskan manuver ini sebagai langkah sah untuk menjaga kedaulatan dan persatuan nasional China.Sebaliknya, kantor kepresidenan Taiwan menilai latihan tersebut merusak status quo keamanan Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik, sekaligus menantang tatanan hukum internasional.Baca juga: Dokter Bedah China Cangkok Telinga Pasien ke Kaki dan Dipasang Kembali ke TempatnyaKementerian Pertahanan Taiwan melaporkan aktivitas intens pesawat dan kapal perang China di sekitar pulau dalam 24 jam terakhir, seraya memastikan pasukan berada dalam status siaga tinggi.


(prf/ega)