KULON PROGO, – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan traktor tanpa awak yang mampu dikendalikan dari jarak jauh.Alat yang dijuluki Traktor Siluman ini merupakan traktor konvensional yang dimodifikasi dengan sistem kendali berbasis teknologi drone dan radio control.Dengan sistem ini, traktor dapat dikendalikan dari kejauhan tanpa operator yang duduk di atasnya.Yanuar Valent Endrianto dari Perencanaan Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan DPP Kulon Progo menjelaskan bahwa teknologi ini mengadopsi konsep serupa yang digunakan di Kebumen, namun dengan tingkat kecanggihan yang lebih tinggi.Baca juga: Seperti Main Game, Petani Kulon Progo Bajak Sawah Pakai Traktor Remote“Teknologi drone punya receiver, transmitter, microcontroller. Semua itu dipasang di traktor agar bisa bergerak tanpa awak,” kata Yanuar, Jumat .Remote control yang digunakan pun sama seperti perangkat aeromodelling, lengkap dengan dua joystick: tuas kiri untuk maju–mundur, sementara tuas kanan untuk mengatur arah.DOKUMENTASI WARGA/JATMIKO Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Pertanian dan Pangan tengah menyiapkan sejumlah inovasi dan terobosan baru untuk memperkuat sektor pertanian. Salah satunya traktor tanpa awak yang dikendalikan dengan remote control.Jangkauan kendalinya bisa mencapai sekitar 1 kilometer, tergantung kondisi lapangan.Responsnya pun instan. “Kita pencet joystick ke kanan, traktor langsung belok ke kanan,” katanya.Salah satu tantangan utama traktor tanpa operator adalah stabilitas kedalaman bajak.Jika traktor manual memanfaatkan tekanan tubuh operator, Traktor Siluman mengatasinya dengan menambahkan beban pasir di atas mesin.Baca juga: Teknik Emposan Jadi Jurus Petani Kulon Progo Hadapi Endemik TikusBeban ini memastikan kedalaman bajak stabil di kisaran 20–30 sentimeter, sesuai standar pengolahan tanah.“Untuk menyesuaikan kedalaman, biasanya tambah 50 kilogram. Kalau kurang, bisa ditambah jadi 60 kilogram,” kata Yanuar.Dari sisi produktivitas, traktor remote control ini jauh lebih efisien. Dalam 7–8 jam kerja, jika menggunakan traktor manual, biasanya hanya mampu mengolah 0,5–0,6 hektar lahan.Namun, dengan traktor tanpa awak, capaian bisa meningkat menjadi 0,9–1 hektar.
(prf/ega)
Traktor Siluman di Kulon Progo, Kombinasi Drone dan Radio Control untuk Pertanian Digital
2026-01-12 05:17:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:36
| 2026-01-12 04:05
| 2026-01-12 04:05
| 2026-01-12 04:05
| 2026-01-12 03:31










































