Jakarta- Polisi mengungkap bahan peledak yang dimiliki anak berhadapan dengan hukum (ABH) dalam kasus ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dibeli secara online. ABH berdalih bahan itu untuk keperluan ekstrakurikuler.“Kalau barang-barang paket yang diterima itu, itu kan untuk ekstrakurikuler sekolah. Jadi tidak ada kecurigaan dari keluarga juga,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat .“Iya seperti itu (beli online dikirim paket). Karena kan orang tuanya yang menerima,” sambungnya.AdvertisementMenurut Budi, anak berhadapan dengan hukum itu juga beralasan laptopnya rusak, sehingga orang tua tidak banyak menaruh curiga dengan aktivitasnya di internet.“Ya itu tentang sifat gelagat ABH sehari-hari. Terus ditanyakan, secara umum nggak ada perubahan. Terus termasuk dia menggunakan web, kan kalau menurut si ABH ke orang tuanya bahwa laptopnya itu rusak,” jelas dia.Budi mengatakan, keluarga mengakui bahwa sifat dan karakter dari anak berhadapan dengan hukum yang terlibat kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta ini memang tergolong pendiam. Sama halnya dalam bersosialisasi di lingkungan sekolah.“Ya itu kaget, nggak menyangka kan (keluarganya),” Budi menandaskan.
(prf/ega)
Fakta Baru Ledakan SMAN 72 Jakarta: Pelaku Beli Bahan Bom via Online, Ngaku ke Orang Tua untuk Ekskul
2026-01-11 14:43:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:29
| 2026-01-11 15:09
| 2026-01-11 14:09
| 2026-01-11 13:25










































