Mbah Boyo Ngontel 2 Kilometer demi Hantarkan Jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII

2026-01-13 11:37:51
Mbah Boyo Ngontel 2 Kilometer demi Hantarkan Jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII
— Suasana haru menyelimuti prosesi kirab jenazah Raja Keraton Surakarta, Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII, Rabu pagi.Sejak matahari belum tinggi, ribuan warga sudah memadati Alun-alun Kidul Keraton Solo untuk memberi penghormatan terakhir kepada sang raja.Di antara lautan manusia itu, tampak sosok lansia bernama Sri Suryati atau akrab disapa Mbah Boyo (68).Warga asal Tanjung Anom, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo itu rela datang pagi buta hanya untuk menyaksikan iring-iringan jenazah rajanya.Dengan sepeda onthel tuanya, Mbah Boyo menempuh jarak lebih dari dua kilometer dari rumah menuju Alun-alun Kidul. Ia tiba sekitar pukul 07.00 WIB, memastikan tak kehilangan momen bersejarah kirab terakhir sang raja.Baca juga: Pemakaman Pakubuwono XIII: Jenazah Ditandu dan Melewati Ratusan Anak Tangga di Imogiri“Saya datang ke sini jam 7 untuk melihat kirab, pengin nonton wara-wiri abdi dalem Keraton dan semoga diberikan sehat walafiat,” ujar Mbah Boyo sambil tersenyum.Karena takut terlambat, Mbah Boyo bahkan belum sempat sarapan di rumah. Setibanya di lokasi, ia hanya membeli makanan ringan.“Saya ke sini naik sepeda onthel, saya belum sarapan, jadi beli gembukan takut ketinggalan momen,” ucapnya.Aksi sederhana itu mencuri perhatian warga sekitar. Sementara itu, suasana duka semakin terasa di Bangsal Magangan, Keraton Surakarta, tempat jenazah Pakubuwono XIII dinaikkan ke kereta kencana.Tangis Putra Dalem KGPH Hangabehi pecah ketika peti ayahandanya diangkat.Ia bahkan sempat nyaris jatuh karena tak kuasa menahan kesedihan, sebelum akhirnya ditopang oleh sejumlah petugas TNI yang berjaga. KGPH Hangabehi kemudian dibawa ke ruangan khusus untuk menenangkan diri.Baca juga: Di Mana Raja PB XIII Dimakamkan? Melihat Prosesi Pemakaman dan Makna Sakral ImogiriIsak tangis juga terdengar dari Garwa Dalem Prameswari GKR Pakubuwono XIII, istri mendiang raja, serta putra-putri dalem lainnya:Mereka larut dalam kesedihan selama prosesi adat Brobosan, tradisi penghormatan terakhir bagi raja sebelum jenazah diberangkatkan.Prosesi Brobosan digelar di samping Bangsal Maligi, setelah peti jenazah dipindahkan dari Bangsal Parasdya, tempat Sinuhun disemayamkan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-13 11:38