- PT Kereta Api Indonesia (KAI) meyakini bisa menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperpanjang rute Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) hingga Banyuwangi, Jawa Timur.Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyebut okupansi Whoosh terus naik sehingga operasional berjalan tanpa hambatan.“Tidak ada masalah dengan pengoperasian kereta cepat ini karena tingkat okupansinya juga naik terus. Presiden juga mengindikasi bahwa kita harus ekspansi ke Surabaya, bahkan ke Banyuwangi, ya kita akan jalankan, kita akan laksanakan,” ujar Bobby dikutip dari Antara, Minggu .Baca juga: Penyelesaian Utang Proyek Whoosh Belum Diputuskan, Purbaya: Prosesnya Masih BerjalanSebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan agar rute Whoosh Jakarta–Bandung diperpanjang sampai Banyuwangi.Ia menilai proyek ini tidak boleh berhenti karena manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan lebih besar dibanding beban finansial yang memunculkan beragam tanggapan publik.“KCIC kan sudah jelas terang-benderang, KCIC itu tidak ada kesalahan, secara ‘pride’ bangsa kita naik. Tidak banyak di dunia ini yang mempunyai teknologi kereta cepat, Indonesia salah satu ini,” ujar Bobby.Bobby juga mengatakan sejumlah negara di Eropa Timur dan Amerika Serikat belum memiliki kereta cepat seperti Indonesia. Menurut dia, kinerja operasional membuat perusahaan percaya diri.Baca juga: Beban Ganda Whoosh: Dirut WIKA Akui Eksposur Utang Rp 6,1 Triliun“Alhamdulillah kita punya kereta cepat. Nah kemudian bagaimana yang selalu disampaikan oleh Pak Dony dan teman-teman di Danantara bahwa secara operasi perusahaannya untung sehingga kita begitu cukup yakin dan percaya diri juga untuk mengoperasikannya,” tambahnya.Sorotan publik terkait beban utang Whoosh masih berlanjut. Presiden Prabowo menegaskan dirinya akan menanggung penuh keberlangsungan proyek itu.Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa negosiasi restrukturisasi utang KCIC terus berlangsung.Menurut Dony, tim dari pemerintah dan Danantara segera berangkat ke China untuk melanjutkan pembahasan dengan pemerintah China dan mitra konsorsium KCIC.Utang yang direstrukturisasi berasal dari pinjaman pembangunan akibat keterbatasan modal awal, mencakup jangka waktu, bunga, dan mata uang pinjaman.Baca juga: Nusron Wahid Serahkan ke KPK soal Dugaan Tanah Negara Dijual Lagi untuk Proyek WhooshSecara operasional, KCIC melayani 20.000–30.000 penumpang per hari. Peningkatan kualitas layanan terus dilakukan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap Whoosh.Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyebut Presiden Prabowo akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang penyelesaian utang KCIC.Total investasi KCIC mencapai 7,27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 120,38 triliun, dengan 75 persen pendanaan dari China Development Bank (CDB) berbunga 2 persen per tahun.
(prf/ega)
Bos KAI Yakin Kereta Cepat Bisa Diperpanjang hingga Banyuwangi
2026-01-12 06:47:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:11
| 2026-01-12 06:38
| 2026-01-12 05:16
| 2026-01-12 05:02
| 2026-01-12 04:52










































