- Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii membuka opsi pembelajaran daring bagi siswa lembaga pendidikan agama dan keagamaan terdampak banjir.Sehingga siswa mulai Ibtidaiyah sampai Aaliyah atau yang sederajat bisa melakukan pembelajaran online.Hal ini disampaikan Wamenag usai meninjau korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat."Khusus yang terkait dengan properti yang berada di bawah naungan Kemenag, kami ingin memastikan bahwa anak anak yang belajar di pondok, madrasah, tidak boleh kehilangan haknya untuk terus belajar dan kalau mungkin kondisi fisik dari pondok dan madrasahnya belum memungkinkan kami telah mengambil kebijakan bisa dilakukan kegiatan belajar mengajarnya secara daring," ujar Wamenag di Padang, Sabtu , dilansir dari laman Kemenag, Minggu .Baca juga: Mendikdasmen: Sekolah yang Rusak karena Banjir Dibangun Mulai Februari 2026Wamenag memastikan urusan renovasi sekolah yang rusak bakal ditangani segera."Tentu saja kami terus berupaya, selain tanggap barurat yang sudah kami lakukan, kami terus mengumpulkan pembiayaan untuk kemudian merenovasi pondok dan madrasah yang mengalami rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat," sambungnya.Menurut Wamenag, pada tahap awal pihaknya melakukan langkah tanggap darurat terlebih dahulu.Fokusnya, bagaimana warga yang terdampak bisa menghadapi bencana, bisa bertahan dan tetap semangat.Baca juga: UB Hapus UKT Korban Banjir Sumatera, Konversi SKS Mahasiswa yang Jadi Relawan"Setelah itu, kita melakukan perbaikan-perbaikan properti, yang mengalami kerusakan," paparnya.
(prf/ega)
Kemenag: Siswa Terdampak Banjir Aceh-Sumatera Bisa Belajar Online
2026-01-13 05:32:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:05
| 2026-01-13 05:43
| 2026-01-13 05:35
| 2026-01-13 04:30
| 2026-01-13 04:11










































