BPBD Sumbar: Kerugian Akibat Dampak Bencana Sumbar Capai Rp 4,9 Miliar

2026-01-12 06:29:53
BPBD Sumbar: Kerugian Akibat Dampak Bencana Sumbar Capai Rp 4,9 Miliar
Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat (BPBD Sumbar) mengestimasikan nilai kerugian akibat dampak bencana banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem di provinsi setempat mencapai Rp 4,9 miliar."Jumlah kerugian ini masih bersifat sementara berdasarkan laporan kabupaten/kota per Selasa pukul 16.00 WIB," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, melansir Antara, Rabu .Cuaca ekstrem yang melanda Sumbar sejak Sabtu 22 November 2025 memicu bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang hingga banjir bandang di sejumlah daerah. Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam dan Kota Padang dilaporkan mengalami dampak paling besar di antara daerah lainnya.AdvertisementArry menjelaskan, angka kerugian tersebut berpotensi bertambah seiring proses asesmen detail yang masih berlangsung. Apalagi, kata dia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat hingga ekstrem masih berpotensi terjadi hingga 27 November 2025."Perkiraan kerugian sementara sekitar Rp4,9 miliar lebih. Ini baru perkiraan awal. Tim di lapangan terus melakukan verifikasi agar kita mendapatkan gambaran menyeluruh terkait dampak bencana dan kebutuhan intervensi pemulihan," ucap Arry.Ia mengatakan, sejak awal kejadian Pemerintah Provinsi Sumbar sudah menggerakkan seluruh perangkat untuk percepatan penanganan darurat, pemulihan akses, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga. Termasuk pula, kata dia, penguatan koordinasi lintas sektor agar respons berjalan cepat dan terarah."Kita bekerja dalam satu sistem komando. BPBD berada di garis depan didukung organisasi perangkat daerah teknis, TNI dan Polri serta pemerintah kabupaten/kota. Akses jalan dibuka, distribusi bantuan berjalan dan layanan dasar diupayakan tetap stabil," terang Arry. 


(prf/ega)