Dampak Tanah Gerak di Wonosobo, Puluhan Rumah Rusak Parah, Ratusan Lainnya Terancam

2026-01-12 03:50:53
Dampak Tanah Gerak di Wonosobo, Puluhan Rumah Rusak Parah, Ratusan Lainnya Terancam
WONOSOBO, - Bencana gerakan tanah yang terjadi di Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, pada 21 Oktober 2025, mengakibatkan dampak signifikan terhadap permukiman warga dan infrastruktur publik.Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana ini, yang merupakan bagian dari fenomena berulang sejak tahun 2000."Awal mula bencana ini sekitar tahun 2000 yang lalu, yang setiap musim hujan mengalami pergerakan tanah kembali," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, Minggu .Baca juga: Tanah Bergerak di Kebumen Capai 89 Hektar, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak HujanBerdasarkan data hasil asesmen BPBD, ratusan rumah di dua dusun terdampak, yaitu Dusun Purwo dan Dusun Krandegan, Desa Pucungkerep, berada dalam kondisi terancam.Di Dusun Purwo, tercatat enam rumah mengalami kerusakan berat dan 39 rumah terancam.Sementara itu, di Dusun Krandegan, 13 rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, 27 rumah rusak ringan, dan 50 rumah terancam.Secara keseluruhan, terdapat sedikitnya 200 kepala keluarga yang tinggal di wilayah rawan tersebut."Masih dilakukan pendataan ulang terkait bencana gerakan tanah tersebut. BPBD Kabupaten Wonosobo beserta perangkat desa melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar ketika hujan lebih dari 30 menit untuk melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman," tambah Sumekto.Dampak bencana tidak hanya dirasakan oleh warga, tetapi juga mengganggu infrastruktur publik.Kerusakan infrastruktur mencakup jalan desa yang rusak parah sepanjang 200 meter, jalan kabupaten sepanjang 100 meter, talud jalan kabupaten sepanjang 20 meter, dan satu unit tempat ibadah yang mengalami kerusakan kategori sedang."Kerusakan infrastruktur ini berpotensi mengganggu akses mobilitas warga serta menyulitkan proses evakuasi apabila bencana susulan terjadi," kata Sumekto.BPBD Kabupaten Wonosobo, melalui Sumekto, menyatakan bahwa pihaknya bersama perangkat desa terus melakukan pendataan ulang dan pemantauan kondisi lapangan.Baca juga: Bencana Tanah Bergerak Landa Wonosobo, 19 Rumah Rusak ParahSosialisasi kepada warga juga dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan.“Warga diimbau segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung lebih dari 30 menit, terutama bagi yang rumahnya sudah mengalami retakan atau pergeseran,” ujarnya.Sebagai langkah lanjutan, BPBD juga merekomendasikan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk menilai kelayakan tanah sebagai kawasan permukiman.


(prf/ega)