Driver Taksi Online Curi Sepeda di Tangsel, Beraksi Usai Antar Penumpang

2026-01-12 02:10:38
Driver Taksi Online Curi Sepeda di Tangsel, Beraksi Usai Antar Penumpang
Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap seorang driver taksi online berinisial AG. Pelaku ditangkap usai melakukan pencurian dua sepeda di perumahan Tangerang Selatan (Tangsel)."Berhasil menangkap seorang pengemudi taksi online yang mencuri dua sepeda di Tangerang Selatan," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardi Marasabessy kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/11) yang lalu dan terekam kamera CCTV rumah korban. Dari rekaman CCTV itu, terlihat pelaku mengenakan penutup wajah saat beraksi.Pelaku lalu memasukkan dua sepeda ke bagasi mobilnya dan langsung melarikan diri. Ressa mengatakan pelaku beraksi sesaat setelah mengantarkan penumpangnya yang juga masih satu kawasan dengan lokasi pencurian."Pelaku diketahui sempat mengantarkan penumpang ke sebuah lokasi yang tak jauh dari tempat pencurian," ujarnya.Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat dan berhasil menangkapnya di kawasan Jatibaru, Kota Depok, Jawa Barat pada Jumat (14/11). Polisi turut menyita barang hasil curian dari tangan pelaku."Dari tangan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda hasil pencurian dan satu unit mobil yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan aksinya," jelasnya.Ressa menambahkan, tindak pidana itu bukan kali pertama dilakukan pelaku. Rupanya pelaku AG sempat terlibat dalam kasus pencurian kotak amal di Depok."Sebelumnya pelaku juga pernah mencuri kotak amal di sebuah masjid di kawasan Depok, Jawa Barat," imbuhnya.Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Atas ulahnya, dia dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberkatan dengan ancaman pidana 9 tahun penjara.Tonton juga video "Maling Santuy Saat Curi Motor di Depok, Polisi Selidiki"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-12 00:23