Bus Trans Jatim Koridor Malang Diserbu Wisatawan Libur Nataru

2026-01-15 04:26:26
Bus Trans Jatim Koridor Malang Diserbu Wisatawan Libur Nataru
MALANG, - Bus Trans Jatim koridor Malang diserbu wisatawan saat momen libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, sejak diresmikannya pada 20 November 2025 lalu, okupansi Bus Trans Jatim koridor Malang mencapai 80 persen atau mencapai 83.000 penumpang.Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat saat momen libur Nataru. Terlebih, angka pergerakan masyarakat di Kota Malang akan banyak menggunakan moda transportasi umum kereta api.Baca juga: Tanpa Kembang Api, Pemkot Malang Rayakan Pergantian Tahun dengan Doa BersamaKepala Dinas Pehubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan dengan menggunakan transportasi kereta api akan berdampak positif pada okupansi pengguna Bus Trans Jatim. Pada hari ini, Kamis , hingga pukul 13.15 WIB, tercatat sebanyak 2.008 penumpang telah memanfaatkan layanan Bus Trans Jatim koridor Malang.“Selain di stasiun, kami juga lihat kepadatan penumpang, beberapa di antaranya ada di Terminal Hamid Rusdi, Terminal Madyopuro, dan beberapa halte seperti Kayutangan Heritage,” kata Widjaja Saleh saat dikonfirmasi, Kamis .Baca juga: Libur Nataru, Mobilitas Masyarakat di Kota Malang Meningkat 23 PersenBahkan, beberapa penumpang rela mengantre cukup panjang untuk menikmati layanan Bus Trans Jatim. Ia menyebut, antusias masyarakat masih cukup tinggi untuk menikmati Bus Trans Jatim karena harga yang relatif lebih terjangkau.“Bahkan, mereka rela antre berjam-jam karena saat melintas bus sudah penuh. Paling banyak tujuan ke Kota Batu,” tambahnya.Ia berharap, masyarakat maupun wisatawan yang berlibur di Kota Malang bisa terbantu dengan adanya Bus Trans Jatim yang di melintasi rute strategis. Termasuk area wisata, tempat kuliner, pusat perbelanjaan maupun fasilitas publik lainnya.“Adanya Trans Jatim mudah-mudahan dapat membantu mempermudah wisatawan. Di samping itu juga mengurangi angka kepadatan kendaraan pribadi di titik-titik rawan kemacetan,” ungkapnya. Terpisah, salah satu penumpang, Anya Widya, mengaku cukup terbantu dengan adanya Bus Trans Jatim koridor Malang. Selain harganya ramah di kantong pelajar, layanan angkutan umum ini dinilai lebih nyaman. “Meskipun harus antre, kami tetap menyambut baik hadirnya Trans Jatim. Jadi kalau di Malang kami (wisatawan) lebih berhemat untuk ongkos mobilitas,” kata Anya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-15 09:34