Lokasi Penemuan Kerangka Diduga Alvaro di Tenjo Bogor

2026-01-15 16:26:39
Lokasi Penemuan Kerangka Diduga Alvaro di Tenjo Bogor
Polisi menemukan kerangka yang diduga bocah bernama Alvaro Kiano Nugroho yang hilang di Jakarta Selatan (Jaksel) sejak Maret lalu. Keluarga Alvaro menyebut polisi memberi informasi kerangka ditemukan di Bogor."(Ditemukannya) Di Kali Cilalay, Tenjo, Bogor," ujar kakek Alvaro, Tugimin, di Pesanggrahan, Jaksel, Senin (24/11/2025).Tugimin mengatakan dirinya mendapat kabar pada Minggu (23/11). Dia mendapat kabar tersebut ketika polisi mendatangi rumahnya."Sore kemarin baru jam 6 kurang seperempat. Saya dapat kabar dari Ibu Kapolsek ke rumah," katanya.Seperti diketahui, bocah diduga Alvaro ditemukan dalam keadaan meninggal dunia kemarin. Polisi akan melakukan tes DNA untuk memastikan benar atau tidaknya itu Alvaro."Tapi kita butuh kepastiannya dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan labfor ya," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, kepada wartawan, Minggu (23/11).Ibu Alvaro, Arumi, diketahui sedang dalam perjalanan dari Malaysia ke Jakarta untuk tes DNA. Tugimin terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam kepulangan sang ibu ke Jakarta."Sekarang lagi dalam perjalanan. Namun kita belum bisa komunikasi karena mungkin dalam perjalanan," ujar Tugimin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 15:09