JAYAPURA, - Paul Sudiyo, nama yang tak asing lagi bagi umat Katolik di Tanah Papua, khususnya para alumni mahasiswa Papua yang berstudi melalui Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih).Pertemuannya dengan Mgr Herman Munninghoff OFM, Uskupa Jayapura di Papringan Yogyakarta pada Oktober 1975 akhirnya membawa pria yang akrab disapa Paul ini menaiki Pesawat Merpati Nusantara Airlines untuk pertama kali dari Jakarta menuju ke Jayapura.Awalnya, Paul merasa asing selama perjalanan menggunakan pesawat dari Jakarta ke Jayapura. Sebab, ini merupakan pengalaman pertamanya saat itu untuk bertugas di Papua.“Tiket sudah dibelikan dan sudah dikasih. Semalam saya susah tidur, sebab ini pengalaman saya pertama naik pesawat, maklum tidak seperti sebelumnya misalnya di Sumatera saya naik bus atau kapal laut,” ungkapnya dalam buku "Kisah Kasih di Tanah Papua" yang dikutip Kompas.com, Selasa .Baca juga: Aksi Tuntut Penutupan PT TPL, Pastor Walden: di Mana Negara?Pria kelahiran Yogyakarta, 13 Maret 1951 ini mulai bekerja dengan masa kontrak 4 tahun dan setiap empat tahun akan ditentukan diperpanjang atau tidak.Selain itu, Paul diberikan kesempatan cuti selama 1 bulan ke kampung halamannya dengan biaya yang ditanggung oleh Keuskupan Jayapura.Awalnya, Paul memulai pekerjaan sebagai tukang kebun Keuskupan Jayapura. Saat itu, sudah ada salah satu tukang kebun orang asli Papua bernama Enos. Dari sinilah awalnya Paul bersahabat dengan orang Papua.“Inilah perkenalan pertama dengan orang Papua. Mereka sangat bersahabat walaupun baru pertama kali kenal. Tugas saya sebagai tukang kebun adalah membantu menanam dan menyiram,” kenangnya dalam buku tersebut.“Saya masih ingat bulan pertama saya mendapat salary Rp 19.600, sesuai dengan kontrak. Untuk di Jawa saat itu jumlah itu sudah banyak, namun di Jayapura tidak demikian, karena harga barang saat itu mahal-mahal,” katanya.Baca juga: Uskup Jayapura Pimpin Pemberkatan 72 Rumah Layak Huni untuk Korban Gempa Bumi 2023Dengan berbekal pengalaman saat masih di Asrama saat kuliah di Institut Pastoral Indonesia (IPI) Malang, Paul bisa berhemat dengan gaji yang diterimanya setiap bulan dengan makan sangat sederhana yakni “tempe silet” atau tempe yang dipotong tipis-tipis selama bekerja di Keuskupan Jayapura.“Pada tahun pertama saya diberi tugas mengajar di SMA Gabungan, SMKK, SGO, STM, ST, SMP yang ada di wilayah Jayapura. Sedangkan malam hari memberi pelayanan untuk pengembangan umat di Paroki. Hampir setiap hari saya mengajar lebih dari 30 jam dalam seminggu,” ujar Paul.Sebagai alumni Institut Pastoral Indonesia (IPI), Paul mampu beradaptasi dengan kondisi dan budaya di Papua.Pada Desember 1976 dirinya dipanggil ke Kantor Keuskupan Jayapura oleh Mgr Herman Munninghoff dan Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Jayapura, F.G.M. Dijkmans.Paul diminta pindah ke Gereja Katolik Katedral Jayapura, sekaligus mengantikan Pastor Van De Berg yang dipindahkan menjadi dosen di Filipina sebagai Pastor Paroki Gereja Katedral.Baca juga: Paus Fransiskus Tunjuk Pastor Bernard Baru sebagai Uskup TimikaPria berusia 75 tahun ini sempat menolak untuk pindah dan tinggal di Pastoran Gereja Katolik Katedral, lantaran sudah nyaman di rumahnya yang saat itu ditinggali oleh Paul.“Awalnya saya menolak sebagai pastor paroki Gereja Katolik Paroki Katedral Jayapura, karena saya tidak pantas untuk menjadi pastor paroki dan tidak pernah bermimpi, lalu keinginan saya membantu pastor melayani orang sebaik-baiknya, lalu saya tidak pernah resmi sebagai mahasiswa di STFT, walaupun saya mengikuti kuliah di STFT Malang,” ungkap Paul.Meskipun sempat menolak, setelah mendengar nasehat dari Pastor Van De Berg, akhirnya Paul menerima tugas baru yang diberikan oleh Mgr Herman Munninghoff sebagai Pastor Paroki Gereja Katolik Paroki Katedral.Tahun-tahun itu, para pastor sangat terbatas, sehingga para awam dilibatkan untuk menjadi pastor paroki, seperti yang dialami oleh Paul yang dipercayakan Uskup Jayapura sebagai Pastor Paroki Gereja Katolik Paroki Katedral Jayapura.
(prf/ega)
Dari Yogyakarta ke Jayapura: Jejak Panjang Pengabdian Paul Sudiyo bagi Gereja Papua
2026-01-12 19:29:40
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 19:31
| 2026-01-12 18:34
| 2026-01-12 18:18
| 2026-01-12 18:02










































