- Como 1907 yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia, Hartono bersaudara, menantang papan atas. Penampilan atraktif Como tentu tak bisa lepas dari Fabregas.Como 1907 tengah dalam tren positif. Klub milik Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono ini tak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir Liga Italia 2025-2026.Akhir pekan lalu, Como 1907 racikan Cesc Fabregas mampu menahan sang juara bertahan, Napoli 0-0, kala bermain tandang.Como yang kini dipimpin Presiden asal Indonesia, Mirwan Suwarso, bahkan bisa membawa pulang hasil lebih baik andai sepakan penalti sang penyerang, Alvaro Morata, tak dimentahkan oleh Vanja Milinkovic-Savic.Saat ini, Como bertengger di posisi tujuh klasemen Liga Italia dengan bekal 17 angka. Anak asuh Fabregas cuma terpaut empat poin dari empat besar, yang berhadiah tiket kelolosan ke Liga Champions 2026-2027.Baca juga: Respons Mirwan Suwarso soal Peluang Como Lolos Liga Europa Musim DepanComo 1907 memukau dengan konsep sepak bola yang jelas. Mereka tak membawa mental provinciale, tim asal provinsi yang kerap menebalkan tembok pertahanan kala bersua lawan raksasa.Pasukan Fabregas senantiasa tampil penuh keberanian, entah mereka bertemu juara bertahan Napoli atau Verona.Potret bagaimana anak asuh Fabregas begitu setia dengan filosofi sepak bola mereka tampak dalam pertandingan pekan kesembilan melawan Verona. Como memenangi laga tersebut dengan skor 3-1.Ketika itu, Como kemasukan oleh gol pemain Verona, Suat Serdar. Gol itu bermula dari kombinasi yang tak sempurna antara kiper Como, Jean Butez dengan Maxence Caqueret.“Kemenangan sebagai sebuah tim, dengan keberanian yang luar biasa. Saya sangat senang, para pemain ini benar-benar membuat saya bahagia," tutur Cesc Fabregas usai laga kala itu, dilansir dari Tuttomercatoweb.Baca juga: Bangganya Fabregas Saat Como Bisa Tahan Napoli dengan Pemain Muda"Saya terharu ketika terjadi kesalahan yang berasal dari saya sendiri, karena saya memang meminta mereka bermain seperti itu dan tim tetap melanjutkan permainan," ujar Fabregas yang memang mendaulat Como untuk mengonstruksi serangan dari bawah."Kami memulai pertandingan dengan sangat kuat, lalu mereka mulai menekan dan menekan lebih banyak.""Ini kemenangan yang mencerminkan identitas kami, jauh lebih dari sekadar skor 4-0. Kami menguasai 72% penguasaan bola, di Serie A itu tidak mudah," tutur pelatih asal Spanyol tersebut.AFP/ALBERTO PIZZOLI Pelatih Como asal Spanyol Cesc Fabregas bertepuk tangan pada pertandingan sepak bola Serie A Italia antara SS Lazio vs Como 1907 di Stadion Olimpiade di Roma pada 10 Januari 2025.Como selalu mau ambil risiko. Tanpa keberanian itu, Fabregas yakin timnya tidak akan berada di posisi seperti sekarang.Melansir FBREF, penjaga gawang dari tim beralias Il Lariani terhitung telah melepas 344 operan, terbanyak kedua di Serie A. Jumlah itu cuma kalah banyak dari kiper Bologna (418).
(prf/ega)
Sepak Bola Atraktif Como, Konsep Bos Indonesia, dan Filosofi Fabregas
2026-01-12 04:03:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:00
| 2026-01-12 02:56
| 2026-01-12 02:50
| 2026-01-12 02:12
| 2026-01-12 01:36










































