Produsen Vacuum Cleaner Robot Roomba Ajukan Bangkrut, Tertekan Pesaing China dan Tarif AS

2026-01-12 02:17:32
Produsen Vacuum Cleaner Robot Roomba Ajukan Bangkrut, Tertekan Pesaing China dan Tarif AS
NEW YORK, — iRobot, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai produsen penyedot debu pintar alias vacuum cleaner robot Roomba, mengajukan perlindungan kebangkrutan.Ini terjadi setelah menghadapi tekanan berat dari persaingan produsen China serta lonjakan biaya akibat tarif impor AS.Dikutip dari BBC, Selasa , dalam pengajuan perlindungan kebangkrutan melalui skema Chapter 11 pre-packaged, kepemilikan iRobot akan diambil alih oleh mitra manufakturnya, Picea Robotics, perusahaan yang berbasis di Shenzhen, China.Baca juga: Dampak Baju Bekas Impor, Anggota DPR: 70 Persen Tekstil Majalaya Bangkrut, Mesin Dijual KiloanFREEPIK/FREEPIK Ilustrasi vacuum cleaner robot Roomba.Proses tersebut memungkinkan restrukturisasi perusahaan tetap berjalan sambil mempertahankan operasional inti.Dalam dokumen yang diajukan pada Minggu , iRobot menyebutkan kondisi lanskap bisnis yang semakin menantang memaksa perusahaan memangkas harga jual produknya sekaligus melakukan investasi besar pada pengembangan teknologi baru.Tekanan biaya juga datang dari kebijakan perdagangan AS. iRobot menyatakan bea impor AS sebesar 46 persen untuk barang dari Vietnam, negara tempat sebagian besar perangkat iRobot untuk pasar AS diproduksi, telah meningkatkan biaya perusahaan sebesar 23 juta dollar AS sepanjang tahun ini.Kondisi tersebut berkontribusi pada penurunan valuasi perusahaan secara signifikan.Baca juga: Anggota DPR: Pengusaha Tekstil Bangkrut Gegara Impor ThriftingPada 2021, ketika permintaan produk rumah tangga pintar melonjak selama pandemi, iRobot sempat memiliki valuasi sekitar 3,56 miliar dollar AS. Saat ini, nilai perusahaan tersebut diperkirakan hanya sekitar 140 juta dollar AS.Tekanan tersebut tercermin pada pergerakan saham. Pada Jumat lalu, saham iRobot anjlok lebih dari 13 persen di bursa Nasdaq, New York, yang didominasi saham-saham teknologi.


(prf/ega)