Nasir Djamil Puji Kakorlantas Kirim Tim Kemanusiaan hingga Sembako ke Aceh-Sumatera

2026-01-14 17:18:52
Nasir Djamil Puji Kakorlantas Kirim Tim Kemanusiaan hingga Sembako ke Aceh-Sumatera
Atas perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Irjen Polisi Agus Suryonugroho mengirim tim kemanusiaan hingga bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir di Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat. Anggota Komisi III DPR RI M Nasir Djamil menaruh rasa hormat atas kepedulian Irjen Agus dan jajaran.Nasir Djamil mengaku menaruh rasa hormat karena di sela-sela tugas mengamankan arus lalu lintas menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, Irjen Agus masih menginstruksikan jajaran untuk terjun langsung ke lokasi memberikan bantuan berupa moda transportasi dan bahan sembako untuk masyarakat di daerah bencana."Kakorlantas dan jajarannya telah memposisikan diri mereka sebagai pejuang kemanusiaan. Mereka turun membawa bantuan dan ikut bersama warga membersihkan lumpur di permukiman masyarakat," ujar Nasir dalam rilisnya, Kamis (18/12/2025).Menurut Nasir, kepedulian Kakorlantas dan jajarannya itu telah memberikan citra positif kepada institusi Bhayangkara. Selain itu juga memberi kesan bahwa polisi selalu hadir untuk masyarakat, terutama yang saat ini mendapat musibah.Menurut dia, kehadiran langsung di tengah warga terdampak bencana menunjukkan bahwa polisi lalu lintas (polantas) bukan hanya mampu menjaga keselamatan pengguna jalan raya, melainkan juga ikut menjaga moralitas para warga yang terdampak bencana."Kehadiran mereka di tengah warga terdampak bencana seperti kata pepatah pucuk cinta ulam pun tiba," ujar legislator Senayan asal Aceh tersebut.Di samping membantu warga, jajaran Korlantas Polri juga ikut memberikan bantuan berupa moda transportasi berupa kenderaan roda empat dan roda dua yang bisa menjelajah medan berat."Setahu saya kendaraan itu diberikan kepada polisi di daerah bencana untuk memudahkan mobilitas mereka memberikan bantuan dan mengirim logistik untuk titik-titik pengungsian," ujar Nasir Djamil.Lihat Video 'Kepala BNPB Lapor ke Prabowo Minta Tambahan Personel TNI-Polri di Aceh':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-14 16:25