Warga Jogja Temukan Mortir di Halaman Rumahnya, Diduga Sisa PD II

2026-01-14 21:50:58
Warga Jogja Temukan Mortir di Halaman Rumahnya, Diduga Sisa PD II
Sebuah mortir ditemukan oleh warga Cokrodiningratan, Jetis, Kota Jogja, saat menggali tanah di pekarangan rumahnya. Mortir itu diduga berasal dari Perang Dunia Kedua dan diduga masih aktif.Danramil 01/Jetis, Kapten Inf Usep Hairudin, mengungkapkan mortir tersebut ditemukan pelapor bernama Pipin (48) pada pagi tadi sekitar pukul 05.45 WIB saat menggali tanah depan rumahnya di samping pohon mangga.Kata Usep, ketika mencangkul, Pipin merasakan ada benda keras. Setelah diperiksa, ternyata benda itu adalah mortir. Pipin kemudian langsung melaporkan temuannya tersebut kepada Babinsa."Dilaporkan pagi tadi ada penemuan mortir di sekitar rumah masyarakat. Jadi masyarakat ini menggali tanah, Kena besi, setelah dicongkel ditemukan mortir," jelas Usep dilansir detikJogja, Senin .Babinsa kemudian melaporkan temuan mortir ini kepada Usep. Kemudian laporan itu ia teruskan atasan dan pihak kepolisian. Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Tim Gegana untuk evakuasi.Lebih lanjut Usep menduga mortir ini masih aktif. Menurutnya, mortir ini diduga sisa-sisa pada masa perang dunia kedua."Mungkin itu mortir bekas Perang Dunia Kedua, diduga. Di pekarangan warga, Ini kayaknya masih aktif," ujarnya.Baca berita selengkapnya di sini.Tonton juga Video: Momen Gegana Musnahkan 2 Mortir Aktif Peninggalan Jepang di Sulsel[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-14 20:51