MATARAM, - Munculnya fenomena air terjun dadakan di sejumlah bukit di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), atau di kaki Gunung Rinjani pada Senin sore akibat berkurangnya wilayah resapan air.Hal itu disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB, Amri Nuryadin kepada Kompas.com di Mataram, Selasa . Dia mengatakan bahwa fenomena air terjun di titik yang banyak perbukitan jangan dilihat sebagai fenomena biasa."Tapi harus dilihat, bahwa itu terjadi karena wilayah-wilayah resapan air di kawasan Rinjani sudah tidak lagi memiliki daya tampung dan daya dukung lingkungan hidup yang memadai," kata Amri.Baca juga: Fenomena Bukit Menangis di NTB, Harus Antisipasi Ancaman Banjir LongsorKarena itu, ia meminta pemerintah tidak berpangku tangan dan menganggap hal itu sebagai fenomena yang biasa terjadi. Menurutnya, pemerintah harus turun tangan karena memiliki kapasitas untuk mengecek hal itu."Ini harus dilihat sebagai keadaan yang harus diwaspadai, dan disiapkan mitigasinya sebelum terjadi masalah atau hal yang tidak kita inginkan ke depannya. Pemerintah harus melakukan observasi di kawasan itu untuk mengecek apa yang terjadi di hutan-hutan kawasan Rinjani, kenapa sampai ada fenomena air terjun diperbukitan dengan jumlah yang banyak," katanya. Baca juga: Anggota DPRD NTB Tersangka Kasus Gratifikasi Ajukan PraperadilanPembangunan vila di perbukitan di wilayah Sembalun diduga menjadi salah satu penyebab berkurangnya areal resapan air."Yang pasti di wilayah Sembalun itu sebenarnya tidak pernah ada banjir sama sekali, karena merupakan dataran tinggi. Tetapi bentang alamnya mulai berubah, " kata Amri.Pihaknya tidak memiliki data lengkap tentang kerusakan hutan di kawasan Sembalun. Adapun untuk kerusahakan hutan di seluruh NTB, Amrin menyebut sudah mencapai 60 persen. Kerusakan terparah berada di wilayah Sumbawa.
(prf/ega)
Walhi Sebut Fenomena Air Terjun Dadakan di Lereng Rinjani akibat Kurangnya Resapan Air
2026-01-12 04:37:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:41
| 2026-01-12 04:21
| 2026-01-12 04:04










































