[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gen Z Runtuhkan Pemerintah | Tembok Bawah Laut Berusia 7.000 Tahun

2026-01-12 17:01:21
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gen Z Runtuhkan Pemerintah | Tembok Bawah Laut Berusia 7.000 Tahun
- Berita mengenai Generasi Z (Gen Z) yang berhasil meruntuhkan pemerintahdi Eropa menjadi warta yang paling banyak menyita perhatian selama seminggu ini.Sementara itu, tim penyelam terkejut menemukan tembok laut purba yang terendam di dasar laut lepas pantai barat Perancis.Ada juga kisah warga India yang mengamuk setelah kecewa karena  Lionel Messi hanya tampil 20 menit dan pergi lebih awal.Berikut kami rangkumkan berita internasional terpopuler dari Kompas.com selama sepekan terakhir edisi Senin hingga Minggu .Pemerintahan Bulgaria runtuh pada Kamis setelah Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov mengumumkan pengunduran diri di Parlemen menyusul gelombang demonstrasi besar-besaran yang dimotori oleh Generasi Z (Gen Z).Pengunduran diri ini menjadi kemenangan politik pertama bagi Gen Z di Eropa.Sebelumnya, Gen Z juga menjadi motor aksi demonstrasi di berbagai negara mulai dari Bangladesh, Nepal, Kenya, Madagaskar, dan lain-lain.Baca selengkapnya di sini.Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Gen Z Runtuhkan Pemerintah di EropaTaipan Vietnam, Pham Nhat Vuong, menempati posisi kedua sebagai orang terkaya di Asia Tenggara setelah saham Vingroup miliknya melonjak sepanjang tahun ini.Vuong berhasil menyalip beberapa orang tajir lainnya yang didominasi oleh konglomerat Indonesia.Kekayaan bersih pria berusia 57 tahun tersebut kini mencapai 26,5 miliar dollar AS, sebagaimana dilansir VnExpress, Rabu .Baca selengkapnya di sini.Baca juga: Konglomerat Vietnam Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia Tenggara, Rusak Dominasi IndonesiaTim penyelam terkejut menemukan tembok laut purba yang terendam di dasar laut lepas pantai barat Perancis. Usianya diperkirakan mencapai sekitar 7.000 tahun. Tembok laut sepanjang 120 meter itu ditemukan di perairan dekat Ile de Sein, wilayah Brittany, bersama belasan struktur buatan manusia lainnya dari periode yang sama. Penemuan ini bermula pada 2017, ketika pensiunan ahli geologi, Yves Fouquet, melihat bentuk tidak biasa di peta dasar laut yang dihasilkan dari laser.


(prf/ega)