Harga Emas Dunia Menguat Setelah Data Pengangguran AS November Dirilis

2026-02-02 05:41:10
Harga Emas Dunia Menguat Setelah Data Pengangguran AS November Dirilis
– Harga emas menguat pada Selasa waktu setempat, setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan tingkat pengangguran meningkat pada November. Data tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, The Federal Reserve.Dikutip dari Reuters, Rabu , harga emas spot naik 0,2 persen ke level 4.310,21 dollar AS per ounce pada pukul 01.48 waktu setempat (18.48 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup turun 0,1 persen ke posisi 4.332,3 dollar AS per ounce.Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 17 Desember 2025: Galeri 24 dan UBS TurunPenguatan harga emas terjadi seiring melemahnya dollar AS. Indeks dollar (.DXY) turun ke level terendah dalam dua bulan, sehingga membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga tercatat menurun.“Data ini memberi The Fed lebih banyak alasan untuk memangkas suku bunga. Jika suku bunga dipangkas, itu menjadi sentimen positif bagi emas. Itulah cara pasar menafsirkan kondisi saat ini,” ujar Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn.Laporan tersebut menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS kembali menguat pada November. Namun, tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,6 persen di tengah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump.Angka ini lebih tinggi dibandingkan hasil survei Reuters terhadap ekonom yang memperkirakan tingkat pengangguran sebesar 4,4 persen.Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 17 Desember 2025: Rp 2,464 Juta per Gram, Cek DaftarnyaPekan lalu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell setelah keputusan tersebut dinilai pasar lebih dovish dari perkiraan.Kontrak berjangka suku bunga AS masih mencerminkan ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada 2026, dengan total pelonggaran kebijakan sebesar 59 basis poin.Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diminati dalam lingkungan suku bunga rendah.Pelaku pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk November yang dijadwalkan pada Kamis, serta data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat.Baca juga: Lebih Untung Simpan Emas Digital atau Emas Batangan? Ini Pandangan PakarChief Operating Officer Allegiance Gold, Alex Ebkarian, mengatakan bahwa jika harga emas menutup perdagangan 2025 di atas 4.400 dollar AS per ounce, maka harga emas berpotensi bergerak di kisaran 4.859 hingga 5.590 dollar AS per ounce pada 2026.Ia juga menambahkan bahwa harga perak berpeluang kembali menguji level 50 dollar AS per ounce tahun depan.Sementara itu, harga perak spot turun 0,3 persen ke level 63,75 dollar AS per ounce, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi 64,65 dollar AS per ounce pada Jumat.Harga platinum melonjak 4 persen ke level 1.854,95 dollar AS per ounce, tertinggi sejak September 2011. Adapun harga palladium naik 2,5 persen ke level 1.606,41 dollar AS per ounce, tertinggi dalam dua bulan terakhir.“Logam kelompok platinum mulai menembus level baru seiring pasokan yang semakin ketat dan permintaan yang meningkat,” ujar Ebkarian.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-02 06:02