Indonesia Pacu Pengembangan Bioetanol sebagai Solusi Energi Hijau demi Kemandirian Nasional

2026-01-12 12:08:13
Indonesia Pacu Pengembangan Bioetanol sebagai Solusi Energi Hijau demi Kemandirian Nasional
Jakarta - Pemerintah Indonesia bersama pemangku kepentingan energi nasional terus mempercepat peta jalan transisi energi dengan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar nabati.Salah satu fokus utama ini adalah pengembangan bioentanol, sebuah langkah strategis yang sebenarnya memiliki rekam jejak sejarah cukup panjang di yanah air namun kini mendapatkan momentum baru.Bioetanol dipandang sebagai kunci ganda, solusi untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah sekaligus instrumen vital untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi.AdvertisementDilansir dari laman resmi Pertamina www.onesolution.pertamina.com, Rabu , sejarah bioetanol di Indonesia bukanlah hal baru.Melainkan perjalanan yang telah dirintis sejak dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2006, tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel).Sejak saat itu, berbagai regulasi turunan diterbitkan untuk mendorong penggunaan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM).Langkah ini diambil mengingat potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah, khususnya tanaman penghasil gula dan pati seperti tebu, singkong, dan jagung yang menjadi bahan baku utamanya.Meskipun sempat mengalami pasang surut dalam implementasinya dibandingkan biodiesel (B35), bioetanol kini kembali menjadi prioritas dengan pelundcuran produk seperti Pertamax Green 95 yang mengandung campuran etanol 5 persen (E5) hingga target E10 di masa depan.Pengembangan ini juga disadari oleh kebutuhan untuk mengingatkan kualitas udara. Bioetanol dikenal memiliki angka oktan (RON) yang tinggi, dapat meningkatkan pembakaran mesin menjadi lebih sempurna dan mengurangi emisi gas berbahaya seperti karbon monoksida.Dengan menggabungkan potensi agraris nusantara dan teknologi pengolah modern, Indonesia berambisi menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, di mana petani tebu hasi dan industrinya energi berjalan beriringan dalam menyongkong ketahanan energi nasional.


(prf/ega)