Trump Beri Ukraina Waktu 6 Hari Jawab Draf Rencana Damai dengan Rusia

2026-02-04 03:22:52
Trump Beri Ukraina Waktu 6 Hari Jawab Draf Rencana Damai dengan Rusia
Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan proposal rencana perdamaian Ukraina dan Rusia. Presiden AS Donald Trump memberi waktu Ukraina untuk menjawab secara resmi proposal itu hingga 27 November mendatang."Saya sudah punya banyak tenggat waktu, tetapi jika semuanya berjalan lancar, kita cenderung memperpanjang tenggat waktu. Namun, Kamis, menurut kami, adalah waktu yang tepat," kata Trump dilansir AFP, Sabtu (22/11/2025).Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox Radio pada Jumat (21/11). Dia ditanya apakah memberi Ukraina waktu hingga Kamis pekan depan untuk menyetujui rencana 28 poin AS guna menghentikan konflik.Berdasarkan rencana tersebut, Ukraina akan menyerahkan sebagian wilayah timur kepada Rusia dan mengurangi jumlah tentaranya.Kyiv juga akan berjanji untuk tidak pernah bergabung dengan NATO dan tidak akan mendapatkan pasukan penjaga perdamaian Barat yang mereka minta, meskipun pesawat tempur Eropa akan ditempatkan di Polandia untuk melindungi Ukraina.Trump menyatakan bahwa jika pertempuran terus berlanjut, Ukraina akan tetap kehilangan wilayah yang harus mereka serahkan kepada Rusia jika rencana tersebut disahkan."Katakan apa yang Anda inginkan, mereka sangat berani," katanya tentang pasukan Ukraina yang memerangi Rusia.Trump juga menjawab indikasi Putin akan memerintahkan pasukan Rusia menyerang Ukraina. "Presiden Rusia Vladimir Putin "tidak menginginkan perang lagi," jawab pemimpin Partai Republik itu ketika ditanya tentang kemungkinan Rusia menyerang negara-negara lain di Eropa setelah menginvasi Ukraina pada Februari 2022.Trump juga menyatakan bahwa Putin "menerima hukuman" atas konflik yang telah berlangsung selama hampir empat tahun, padahal, tambah presiden AS, konflik tersebut "seharusnya hanya perang satu hari."


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-04 02:26