PALANGKA RAYA, - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan 2.850 personel untuk penanggulangan bencana akibat cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada akhir tahun 2025 mendatang.Kapolda Kalteng Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan menjelaskan, 2.850 personel dari Polda Kalteng itu juga dibantu dari beberapa instansi terkait penanganan kebencanaan, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan SAR Nasional.“Kegiatan (apel gelar personel) ini dilakukan serentak dari Mabes Polri hingga ke polres-polres. Kami mengecek kesiapan personel, sarana, prasarana, dan koordinasi dengan instansi terkait,” ujar Iwan Kurniawan usai kegiatan apel gelar pasukan di Lapangan Barigas, Markas Polda Kalteng, Palangka Raya, Rabu .Baca juga: Cegah Kepunahan, Kalteng Revitalisasi 10 Bahasa DaerahIwan menjelaskan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, termasuk di wilayah Kalteng.“Puncaknya diperkirakan terjadi secara bertahap, dari November 2025 hingga Januari 2026. Meningkatnya curah hujan berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi,” tuturnya.Tak hanya itu, pada November 2025 kondisi cuaca di Kalteng juga dipengaruhi fenomena La Nina yang diperkirakan berlangsung hingga tahun 2026.Meskipun, ia mengatakan, La Nina diprediksi dalam kategori lemah, namun perlu diwaspadai.Sebab, akan berpengaruh terhadap meningkatnya potensi bencana di wilayah selatan Indonesia.Baca juga: Kalteng Batasi Kendaraan Berat Saat Libur Nataru"Karena intensitas hujan di atas normal, salah satunya sebagian wilayah di Pulau Kalimantan,” ujar Iwan.Dia menegaskan bahwa bencana alam merupakan tantangan global yang dihadapi seluruh negara di dunia.Tahun ini, berdasarkan data global, terdapat lebih dari 124 juta jiwa yang terdampak bencana alam setiap tahunnya.“Demikian juga dengan Indonesia yang secara geografis terletak di kawasan cincin api, menjadikan Indonesia berada pada urutan negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia,” jelasnya.Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat upaya pencegahan hingga penanggulangan secara cepat.Baca juga: Pemprov Kalteng Genjot Penyerapan Anggaran, Berharap Dana Transfer dari Menteri Purbaya“Sehingga masyarakat bisa segera mendapatkan pelayanan apabila terjadi bencana, koordinasi dan penyiagaan personel di daerah-daerah rawan perlu diperkuat,” ujarnya.
(prf/ega)
Kalteng Siagakan 2.850 Personel Antisipasi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun
2026-01-12 04:07:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:05
| 2026-01-12 03:44
| 2026-01-12 03:13
| 2026-01-12 03:05










































