Respons Maxim soal Kabar Merger GoTo-Grab

2026-01-12 03:43:53
Respons Maxim soal Kabar Merger GoTo-Grab
JAKARTA, - Maxim Indonesia angkat bicara terkait wacana merger atau penggabungan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dengan PT Grab Teknologi Indonesia (Grab). Penggabungan dua pemain besar yang bergerak di bisnis ride-hailing ini dikhawatirkan menimbulkan praktik monopoli. "Kalau dari Maxim, yang kami takutkan nanti akan ada monopoli dan lain-lain. Tapi saya yakin dari sisi pemerintah bakal memberikan solusi sebaik-baiknya terkait itu," ujar Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah di kantornya, Jakarta, Kamis . Ia menuturkan, hingga saat ini Maxim sebagai bagian dari industrri ride-hailing, belum menerima pemberitahuan apa pun mengenai kelanjutan wacana merger itu. Maxim masih menunggu kejelasan terkait rencana tersebut. "Bagaimana kelanjutannya, apakah benar terjadi atau enggak, ya kita lihat nanti saja," ucap dia.Baca juga: Dari 2,5 Juta Pengemudi, Baru 351.000 Ojol Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Menurut Dirhamsyah, Maxim baru akan mengambil langkah jika memang merger GoTo dan Grab terealisasi dan menimbulkan monopoli. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan pemerintah maupun instansi terkait, seperti satunya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), jika dampak merger benar terjadi. "Tapi tetap, selagi belum ada kepastian yang sudah bisa dibilang 100 persen, ya kita masih belum bakal bertindak," kata Dirhamsyah.Baca juga: Soroti Perpres Ojol, Maxim Dorong Pengemudi Diakui sebagai Pelaku UMKM Sebelumnya, kabar rencana penggabungan GoTo dan Grab dibenarkan pihak pemerintah. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut aksi korporasi ini nantinya akan melibatkan Danantara Indonesia. Tujuannya, untuk memastikan kelangsungan operasi kedua perusahaan. Menurutnya, bentuk konkret dari penggabungan itu, apakah dalam skema merger atau akuisisi, masih dalam tahap pembahasan. Ia hanya memastikan bahwa keduanya akan digabung. "Kira-kira begitu (Danantara terlibat). Rencananya begitu (Grab dibeli Goto)," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat . Ia menuturkan, tidak ada batas waktu (deadline) yang spesifik dalam rencana ini, meski begitu pemerintah akan bekerja secepatnya untuk menyelesaikan pembahasan tersebut. "Nggak ada (deadline). Secepatnya kita kalau kerja kan secepatnya ya," kata Prasetyo. Baca juga: Isu Merger dengan Grab Menguat, GOTO Beri Klarifikasi


(prf/ega)